INFO BENUA. Id -SAMARINDA– Wakil DPRD Kaltim Muhammad Samsun sarankan Kaltim dapat otonomi khusus soal vaksinasi dan penuntasan pandemi Covid-19. Jumat (20/8/2021) pagi.
Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun, berharap Kaltim mendapatkan kewenangan khusus dalam pengadaan vaksinasi.
“Kalau vaksin ini kan memang kewenangan pusat, saya pernah berharap agar kita di beri kewenangan khusus kaltim barangkali untuk belanja sendiri vaksinnya,” Ucap Samsun.
Hal ini di sampaikan bukan tanpa alasan. Keterbatasan pengadaan vaksin dan keterlambatan datangnya vaksin menjadi persoalan bersama.
“Karena apa, kita mengharapkan dari pemerintah pusat kan lama dan terbatas tentunya,” ujarnya.
Wakil Ketua I DPRD Kaltim tersebut menyayangkan peluang yang ada. Pasalnya, Kaltim mampu untuk menyehatkan masyarakatnya melalui APBD Kaltim.
“Kita punya APBD yang cukup untuk menyehatkan masyarakat Kaltim. Kenapa ndak kita pakai duit kita, terhalang aturan? Kenapa ndak kita lobi khusus untuk mendapatkan hak khusus untuk memberli vaksin” lanjut Samsun.
Menurut Samsun, ada dua aspek yang akan di dapatkan masyarakat dalam mendapatkan kekebalan imun tubuh, yaitu vaksin dan penularan secara alami. Namun, dalam realitanya aspek kedualah yang lebih mendominan.
” Saya sering mengatakan ada 2 kekebalan yang bisa kita dpatkan 1 dengan cara vaksin 2 penularan alamiah. Sekarang pertumbuhan mana yang lebih tinggi, vaksinasi yang lebih banyak atau karena penularan alamiah yang lebih banyak. Ya wajar kalau karena banyak terjadi penularan alamiah karena vaksinnya kurang,” tegas Wakil Ketua DPRD Kaltim tersebut.
Makanya ini masih lobi, udah kita ngobrol. Nanti kita lobi supaya pusat memberikan kewenangan khusus.
Politisi PDI-P tersebut membeberkan, jika Kaltim mampu untuk melakukan pengadaan vaksin secara mandiri menggunakan Anggaran daerah.
“Duit kita banyak loh. Dari 11 Triliun itu kalau 1 triliunnya dipake untuk beli vaksin juga tidak apa-apa, yang penting masyarakat kita sehat. Kan sudah ada anggaran 250 M untuk penanganan kalau seandainya mau ditambah lagi ya ndak papa,” lugas pria paruh baya tersebut.
Samsun juga menyatakan siap untuk mengucurkan APBD untuk pengadaan vaksin secara mandiri.
“Kami siap, yang penting itu tadi kita langsung mengena pada sasaran, seperti pengadaan vaksin. Ya permenkesnya dulu dirubah,” pungkasnya.
Penulis : Abi/zul






















Users Today : 2
Users Yesterday : 1
Total Users : 32089
Total views : 130101
Who's Online : 1