Infobenua.com .Sangatta merupakan salah satu Daerah dengan nominasi sebagai daerah dengan perkebuan kelapa sawit terbesar di Provinsi Kalimantan Timur, Kabupaten Kutai Timur yang diketahui memiliki luas areal perkebunan kelapa sawit mencapai sekitar 450.000, Hektare dengan perusahan aktif yang mengelolah adalah 103 perusahan dengan memiliki pabrik kelapa sawit yang aktif beroprasi 34.
Akan tetapi luas areal perkebunan dan banyaknya perusahan yang beroprasi dengan jumlah yang fantastis ternyata tidak bisa menyelamatkan Kabupaten Kutai Timur dari kelangkaan minyak goreng yang terjadi beberapa pekan terakhir.
Kejadian ini tidak jauh berbeda dengan daerah lain di seluruh indonesia yang kondisi geografisnya jauh berbeda dengan Kabupaten Kutai Timur karena tidak memiliki perkebunan kelapa sawit.
Hal demikian dibuktikan dengan fenomena yang terjadi di masyarakat yang sejauh ini merasa sangat kesulitan untuk mendapatkan minyak goreng untuk memenuhi kebutuhanya sehari-hari.
Menanggapi hal tersebut W.a Kepala Bidang Hubungan Antar Lembaga, Himpunan Pelajar Mahasiswa Kutai Timur (HIPMA-KT) Cabang Samarinda. Muhammad Hasbi Mo’a mengatakan, Rabu(9/3/2022), Sejauh ini masyarakat Kutai Timur sudah pasti merasa resah dan sangat khawatir, kelangkaan minyak goreng di Kutai Timur sudah terjadi, Itu dibuktikan dengan antrian panjang yang terjadi empat hari lalu di Sangatta kota tercinta, sehingga memicu kerumunan.
Ia mengkhawatirkan dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini ditambah kondisi ekonomi masyarakat yang tidak stabil masalah itu kemudian diperparah dengan kelangkaan dan dan mahalnya minyak goreng hari ini yang terjadi.
“Sebentar lagi sudah memasuki bulan suci Ramadhan kita sangat berharap kelangkaan minyak goreng ini harus segera teratasi sebab kebutuhan pangan seperti ketersedian minyak goreng tentu sangat meningkat dilingkungan masyarakat maka dengan begitu jangan biarkan masyarakat merasa kebingungan” ujar Hasbi
Terakhir, ia berharap masalah ini perlu untuk segera diselesaikan dan sudah harus dipersiapkan secara cepat oleh pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar masalah ini tidak terjadi secara berkepanjangan.
Diwaktu bersamaan Ketua HIPMA-KT Cabang Samarinda, Gilang Permadi berharap dalam hal ini pemerintahan kabupaten Kutai Timur harus mampu memberikan solusi atas kelangkaan minyak goreng tersebut.
“Solusi yang diberikan juga harus cepat karena masalahnya sudah terjadi di masyarakat, karena ini tentu berpengaruh dengan stabilitas dari pelaku pelaku UMKM yang ada di Kutai Timur,” tutupnya
Reporter : Her






















Users Today : 1
Users Yesterday : 2
Total Users : 31882
Total views : 118726
Who's Online : 1