Infobenua.id, Samarinda – Inovasi guna memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) lewat retribusi parkir hingga saat ini masih menjadi PR bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda , hingga para DPRD Kota Samarinda.
Bagaimana tidak, belajar dari kota-kota lain, sebut saja Kota Solo dengan jumlah kendaraannya 50 persen di bawah Samarinda, namun PAD yang di hasilkan lewat retribusi parkir mencapai Rp 11 miliar per tahun di tahun 2019 lalu.
Hal ini diungkapkan oleh Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Muhammad Novan Syahrony saat ditemui di ruangannya, Senin (22/11/2021).
Novan sapaan karibnya mengatakan, jika dibandingkan dengan Kota Solo dalam pengelolaan parkir, Samarinda masih kalah jauh. Novan menilai, pengelolaan retribusi parkir di Kota Tepian ini masih jauh dari yang diharapkan, khususnya untuk menopang PAD Kota Samarinda.
“Kita belajar banyak dari kota-kota lain, Solo misalnya, jumlah kendaraannya 50 persen di bawah Samarinda. Tetapi retribusi parkir dan PAD-nya mencapai Rp 11 miliar per tahun. Itu waktu tahun 2019,” jelasnya.
Untuk di Samarinda sendiri, berdasarkan laporan hasil pendapatan asli daerah (PAD) dan e-Parking Dinas Perhubungan Samarinda per tanggal 18 Agustus 2021 secara keseluruhan penerimaan retribusi parkir tepi jalan umum baru hanya sebesar Rp 646.381.000.
Terdiri dari setoran retribusi tepi jalan umum sebesar Rp 535.217.000, setoran retribusi parkir berlangganan Rp 99.730.000, dan setoran e-Parking berdasarkan hasil rekapitulasi oleh Bankaltimtara sebesar Rp 11.434.000.
Lebih lanjut Novan, untuk mencegah kebocoran PAD di sektor retribusi parkir, perlu adanya evaluasi untuk memperbaiki mekanisme penerapan E-Parking termasuk sosialisasi kepada masyarakat tentang E-Parking.
“Tahu saja kan bagaimana masyarakat itu, lebih enak membayar Rp 2 ribu langsung. Karena kalau tunai itu, kebocoran PAD lebih tinggi. Kemudian pembuktiannya juga tidak ada,” katanya.
“Kebocoran PAD lebih tinggi. Kemudian pembuktiannya juga tidak ada,” ucapnya.
Tak menampik, pihaknya meyakini, jika pengelolaan retribusi parkir Kota Samarinda lewat E-Parkir dapat terimplementasi dengan maksimal, dampak positifnya akan menyentuh segala aspek, baik pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan sebagainya tergantung DPRD Samarinda dan Pemkot Samarinda.
“Nantinya juga akan bermuara ke infrastruktur, kesehatan, hingga pendidikan,” menurutnya.
Dalam hal ini, selain mendukung penuh program Pemkot terkait E-Parking, Novan meminta kepada pemkot juga memperhatikan hak pengguna jalan.
“Jangan sampai retribusi tinggi, tapi lalu lintas jadi terganggu. Ini juga jadi masalah,” tutupnya.
Penulis : syaef























Users Today : 2
Users Yesterday : 2
Total Users : 31883
Total views : 119453
Who's Online : 1