INFO BENUA. Id -SAMARINDA- Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Ya’qub fasilitasi keluhan orang tua mahasiswa yang protes terhadap tarif baru Uang Kuliah Tunggal (UKT) Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Samarinda.
Uang Kuliah Tunggal (UKT) adalah biaya yang perlu di bayar di setiap masuk semester baru perkuliahan.
Komisi IV DPRD Kaltim menerima laporan dari orang tua mahasiswa Poltekkes terhadap melesatnya tarif UKT hinggan hampir dua kali lipat.
Rangkaian laporan yang serahkan kepada Komisi IV DPRD Kaltim ini membuat Komisi yang berkaitan dnegan pendidikan tersebut memfasilitasi keluhan orag tua mahasiswa tersebut.
“Jadi kita memfasilitasi terhadap keluhan orang tua mahasiswa, terkait kenaikan UKT,” ucap Rusman.
Rusman pun mendengar keluh kesah para oranag tua mahasiswa. Tak hanya itu, Direktur Poltekkes pun turut hadir dalam pertemuan tersebut.
“Nah supaya jelas, makanya kita undang direkturnya Poltekkes,” tambahnya.
Setelah melakukan pertemuan dengan orang tua mahasisw. Ada beberapa usulan yang bisa di gunakan sebagai solusi kedepannya.
“Dari hasil pertemuan ini, ya yang bisa di lakukan adalah bagaimana bisa di cicil ini UKT nya, karena kan kita tau lah setiap orang ekonominya berbeda-beda,” jelas Ketua Komisi IV DPRD Kaltim tersebut.
Politisi PPP tersebut juga mengatakan, jika memang kenaikkan tarif yang hampir dua kali lipat tersebut memberatkan bagi orang tua mahasiswa.
“Memang agak sulit kalau polanya langsung ke UKT maksimum. Karena kaget kan ini orang tua, terkait berapa naiknya, masih di konfirmasi berapa rinciannya,” ujarnya.
Rusman pun menambahkan jika, aturan tarif kuliah tersebut baru belakangan ini terlihat.
Aturan tentang peralihan sistem anggaran menjadi Badan Layanan Umum (BLU).
“Peraturannya juga belakangan bru muncul, itu peraturan kan dari Kementerian Keuangan. Lalu peralihan sistem anggaran ke BLU dri satker perguruan tinggi, jadi satker BLU,” bebernya.
Anggota Dewan dapil Samarinda tersebut pun mengatakan jika DPRD Kaltim Komisi IV hanya memfasilitasi keluhan dari orang tua mahasiswa saja.
“Jadi kita cuman memfasilitasi saja, terkait dengan yang punya kewenangan itu bukan kita,”kata Rusman
Rusman pun membenarkan keluhan orang tua mahasiswa terkait tarif UKT yang melonjak tinggi.
“Si orangg tua ini maunya ambil di tengah-tengah, dari batas minimum dan batas maksimal UKT, gak langsung ke batas maksimal,” sebutnya.

Di konfirmasi di sisi lain, Haji Supriadi selaku Direktur Poltekkes Samarinda, mengatakan jika perubahan tarif itu adalah efek dari perubahan sistem anggaran di Poltekkes
“Di tahun 2021 ini, kita sudah penerapan tarif UKT yg baru,” ucap Supriadi.
Supriadi pun mengatakan, jika tarif UKT yang berubah itu merupakan tingkatan yang paling rendah.
“Sebetulnya ukt itu perhitungan yg di bagi, UKT di poltekkes di samarinda itu yang terendah dari se indonesia,”terangnya.
Direktur Poltekkes tersebut juga menambahkan jika sebenarnya Poltekkes Kaltim mendapatkan tingkatan UKT paling tinggi.
“Poltekkes kaltim sebetulnya dapat zona tinggi. Tapi kita tetap berusaha dapat di zona yang paling rendah,”ungkapnya.
Menurutnya, pertemuan ya g di lakukan adalah untuk mencari solusi di semester depan.
“Cuman membicarakan untuk bagaimana UKT semester depan.” Pungkasnya.
Penulis : abi/zul.
Editor : ka






















Users Today : 5
Users Yesterday : 4
Total Users : 31956
Total views : 123069
Who's Online : 1