Reporter : KKA Editor : Redaksi
INFO BENUA-SAMARINDA – Wali Kota Andi Harun, merencanakan berbagai pembangunan, dan perubahan tata kota di Samarinda, salah satunya adalah pembuatan terowongan. Hal tersebut dilakukan untuk membuat kota Samarinda menjadi pusat peradaban, dan dipercaya mampu mengatasi kemacetan.
Menanggapi hal tersebut ketua komisi III Angkasa Jaya mengatakan bahwa sejak wali kota Samarinda baru dilantik, ia sudah menyampaikan tiga PR terbesar di yang ada di kota Samarinda, yakni banjir yang sulit surut, anggaran yang minim dan masyarakat yang belum teredukasi.
” Jadi waktu awal-awal dilantiknya wali kota, saya sudah sampaikan tiga PR itu. Persoalan yang sulit untuk diselesaikan,” kata angkasa Jaya, Selasa (6/7/2021).
Menurut pria yang akrab disapa Jaya ini, wali kota telah mengerti segala persoalan yang dihadapi oleh kotanya tersebut. Tak heran jika beberapa perencanaan dan pembangunan akan melibatkan pihak ketiga.
Menurut informasi APBD kota Samarinda yang semula 3,5 triliun, dipangkas akibat pandemi yang belum usai menjadi 2,5 triliun saja. Hal tersebut lah yang membuat Jaya menilai jika wali kota memutuskan untuk membangun terowongan karena penggunaan APBD yang lebih hemat ketimbang flyover.
” Saya bersyukur ternyata apa yang saya sampaikan diserap dan benar-benar difikirkan, dan ternyata beliau (wali kota) sudah memikirkan lebih depan dan mampu memecahkan masalahnya,” bebernya.
Beberapa tindakan yang dinilai nya tepat adalah tentang drainase dan pintu air, penyaluran air langsung ke mahakam agar tak makin banyak titik genangan. Hal tersebut terlihat di Jalan Awang long, dimana terdapat proyek pembuatan saluran air yang tak main-main.
” Pesan saya hanya bagaimana pemerintah kota (Pemkot) dalam hal ini menyelesaikan pembangunan atau membuat program tidak setengah-setengah seperti yang sebelumnya,” imbuhnya.
Selain itu juga edukasi masyarakat di anggap perlu, lantaran banyak masyarakat yang menilai jika pembangunan terowongan dan pendisiplinan diri itu penting.
” Jadi wali kota harus mampu memberikan edukasi, jangan nanti pas sudah di buat terowongan malah dibuat pasar malam, atau terowongan malah dibuat tempat parkir,” pungkasnya.
Namun jaya optimis jika wali kota mampu membuka wawasan masyarakat untuk bisa bersama membangun kota Samarinda menjadi pusat peradaban.






















Users Today : 2
Users Yesterday : 2
Total Users : 31891
Total views : 120524
Who's Online : 1