
infobenua.iid,Balikpapan-Dugaan pemukulan yang dilakukan oknum Satpam Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan, kepada (Anhar Arianda Batubara) yang merupakan Staf admin CV. Jaya Risky berbuntut pajang. Pasalnya pihak CV Jaya Risky telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.
“Kami telah melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian dan sudah masuk Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Informasi yang saya dapat dari Kanit Jatanras Polresta Balikpapan, hari ini mau dikoordinasikan bersama timnya untuk melakukan penjemputan kepada oknum Satpam tersebut,” ujar Penanggung jawab CV. Jaya Risky sekaligus keluarga korban Iwan Setiawan Batubara kepada wartawan, Rabu (10/11).
Ia menjelaskan, kasus pemukulan terjadi pada hari Selasa pukul 13:30 Wita, pada saat itu staf saya ingin bertemu dengan Pejabat Bidang SDA atau Drainase DPU kota Balikpapan. Sebab ada berkas yang harus ditandatangani. Saat ingin menemui Pejabat Bidang SDA atau Drainase DPU, beliau sedang tidak berada di kantor. Sehingga staf saya menelpon saya. Lalu saya bilang tunggu aja di situ sampai beliau datang.
Dia menuturkan, 10 menit kemudian Anhar Arianda Batubara menelpon saya, mengatakan bahwa dirinya sedang dikeroyok. Lalu saya meluncur ke DPU, rupanya AN sudah dikejar sampai depan BSCC Dom, kemudian ditolong sama ojek online Selanjutnya kami membawa masuk AN kedalam mobil untuk diamankan, didalam mobil AN masih saja dikejar, kemudian dari DPU saya melapor Ke Polresta Balikpapan.
“Yang mengejar AN lebih dari satu orang, di depan DPU itu ada CCTV, maka CCTV itu nanti akan menjadi barang bukti. Untuk saat ini hasil visum sudah keluar dan kondisi AN lagi sakit di bagian kepala dan muka lebam akibat bekas dipukul,” ungkap Setiawan.
Dirinya menambahkan, awalnya AN di pukul. Karena AN menunggu di lantai atas dekat dengan ruang orang yang ingin ditemui. Tapi oknum security menyuruh AN untuk menunggu dibawah saja. Tapi AN meminta tetap menunggu di lantai atas saja, agar jika pejabat yang ingin ditemui datang bisa tahu. Mungkin itu yang menjadi pemicu AN dipukul.
“AN datang ke DPU karena tugas dari saya, bukan datang mau buat keributan. Wajar jika kami datang untuk menagih, tapi kenapa di perlakukan seperti itu. Seharusnya kami yang marah karena lama betul baru mau dibayar. Apalagi DPU merupakan pelayan publik yang harus mengayomi masyarakat. Tapi kenapa didalamnya seperti preman,” tuturnya.
Hingga pukul 18.00 Wita terduga pelaku Penganiayaan masih menjalani pemeriksaan.
Sementara itu, Kepala DPU kota Balikpapan, Muhammad Andi Yusri Ramli saat dikonfirmasi Balikpapan Pos mengatakan, saat kejadian tersebut saya berada di kantor, tapi saya tidak tahu kalau ada keributan. Saat saya keluar dari ruangan salah satu staf mengatakan bahwa tadi barusan ada kejadian perkelahian.
“Kalau tidak salah pemicunya, karena staf penagihan CV. Jaya Risky menunggu di lantai atas, tapi disuruh menunggu dibawah oleh security, sebab harus sama seperti yang lainnya, jika ingin menunggu harus dilantai bawah. Untuk saat ini, kasusnya juga sudah ditangani oleh pihak berwajib. Semoga kasus ini segera selesai,” katanya. (Yud/Irw)






















Users Today : 1
Users Yesterday : 2
Total Users : 31882
Total views : 118893
Who's Online : 1