Bontang, Infobenua — M. Taupan Kabid Kebersihan & Pemanfaatan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang Kota Bontang mengatakan jika pihaknya tengah membahas cara dan sistem seperti apa yang efektif dan efisien untuk menarik retribusi sampah rumah tangga. Pasalnya metode yang pernah dipakai dengan menggunakan karcis ternyata tidak bisa berjalan.
“ Memang soal retribusi sampah rumah tangga sampai sekarang belum kita ditarik, dulu pernah tapi terhenti di 2018. Penarikan pakai karcis yang dititipkan di PDAM ternyata masih bisa ditolak sama warga, bahkan ada yang justru salah paham, disangka tarif PDAM naik. Makanya distop dan sekarangblagi dicarikan regulasinya,” sebutnya.
Menanggapi hal itu, anggota DPRD Bontang Ma’aruf Effendy menolak rencana tersebut.
“Jangan tambah beban masyarakat,” sebutnya. Senin (22/03/2021).
Menurutnya, masih banyak cara lain untuk menambah PAD untuk Bontang. Akan tetapi tidak perlu dengan menambah beban masyarakat. Apalagi, wabah virus korona masih belum berakhir hingga saat ini.
“Inisiatif masyarakat terkadang di tingkat RT biasanya ada iuran kebersihan. Kalau dari pemerintah narik pajak lagi. nanti semuanya serba ditarik pajaka, kasian masyarakat,” ucapnya.
Kata Ma’ruf, saat ini kondisi ekonomi masyarakat tengah terpuruk, selama adanya pendemi Covid-19 asal Wuhan, China. Sehingga jangan sampai dengan adanya penarikan reribusi itu semakin membebani masyarakat.
“Masyarakat sudah susah jangan lagi dibuat susah,” sebutnya. *
— Reporter: Jis
— Editor: Ru























Users Today : 1
Users Yesterday : 3
Total Users : 31827
Total views : 117666
Who's Online : 1