INFOBENUA, SAMARINDA – Merajalelanya virus corona di Indonesia, berdampak pada perekonomian juga menambah catatan anak yatim piatu akibat orangtuanya yang meninggal akibat Covid-19.
Hal tersebut terjadi pada beberapa waktu lalu di Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Seorang anak bernama Alviano Dava Raharjo atau biasa dikenal dengan panggilan Vino, kini menjadi sebatang kara akibat wafat orangtuanya, yang disebabkan oleh Covid-19.
Tidak hanya Vino yang mengalami hal demikian, namun masih banyak informasi anak yang menjadi yatim piatu karena orang tuanya meninggal dunia disebabkan pandemi.
Tentunya kajadian ini menarik rasa simpati bagi masyarakat lainnya. Begitupun juga mengundang perhatian anggota DPRD Kaltim Daerah Pemilihan (Dapil) Kubar, Marthinus, saat mengunjungi Vino.
Ia mengatakan perlu ada perhatian khusus dari pemerintah terhadap anak-anak yang tedampak pandemi ini.
“Tentunya dari kejadian tersebut mampu memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah khususnya Pemprov Kaltim maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubar. Untuk membantu anak-anak ini,” ujarnya (8/21).
Kemudian dirinya menyatakan di setiap kabupaten/kota dapat menyediakan shelter atau tempat perlindungan anak – anak di bawah umur. Demi membantu agar mereka tidak merasa benar-benar kehilangan. Dan tentunya ini akan menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah.
“Apalagi Kaltim kan ada 10 kabupaten/kota. Terutama pusat kota besar seperti Samarinda dan Balikpapan itu harus ada wadah shelter untuk menampung anak di bawah umur,” ucapnya.
Ditambahkan Politisi PDI-P ini bahwa, shelter tersebut berisikan para konselor anak dan tim medis yang siap sedia untuk memberikan pendampingan kesehatan kepada anak. Terutama, selama pandemi Covid – 19. Shelter tersebut akan menjadi tempat perawatan secara khusus untuk anak – anak.
“Di shelter juga nantinya, anak-anak akan mendapatkan konseling. Terlebih juga bisa mengisi kegiatan seperti menggambar, bermain musik, sehingga anak-anak merasa terhibur. “Dari sekarang kita siapkan itu. Tim medis kita siapkan, Pemprov dan Pemda yang bayar. Daripada dana covid tidak jelas pemakaiannya, ” tegasnya.
“Hal ini dianggap penting untuk segera dilakukan karena dikhawatirkan psikis anak turut terdampak karena trauma dan tanpa ada bimbingan. Sehingga besar harapannya Pemprov dan Pemkab segera menyediakan shelter dan konselor sebagai pendamping,” sambungnya.
Ia juga menghawatirkan anak-anak tersebut juga tedampak secara psikisinya, sehingga perlu ada pendampingan dari psikologi. Jadi harus segera disiapkan karena anak-anak memiliki masa depan yang masih panjang,” pungkasnya (*dc).























Users Today : 3
Users Yesterday : 1
Total Users : 31826
Total views : 117277
Who's Online : 1