KALIMANTAN UTARA, Info Benua – Kalimantan Utara (Kaltara) kembali dilirik investor asing. Kali ini dari China dan Korea, keduanya dikabarkan berminat ikut dalam proyek pembangunan smelter dan kawasan industri di Kalimantan Utara. Dikatakan Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie, Hyundai Group yang berminat untuk membangun pelabuhan dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) skala menengah.
“Itu antara sampai 600 megawatt (MW) tapi lokasi sungainya berbeda,” katanya.
Karena membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membangun PLTA, pada tahap pertama perlu dibangun PLTU. “Karena membutuhkan waktu 4-5 tahun untuk membangun PLTA, untuk tahap satu perlu pembangunan PLTU. Dalam masa transisi PLTU perlu bisa dibangun 400-1.000 MW,” kata Irianto.
Selain Korea, China pun dapat berniat melakukan hal yang sama. Tapi, keputusan investasi akan keluar pada 2 Oktober mendatang. “Itu nanti akan disepakati 2 Oktober, jadi masing-masing tidak boleh ada monopoli,” katanya.
Sungai di Kalimantan Utara memiliki potensi hidro yang dahsyat yang akan menjadi konsentrasi pemerintah dalam pengembangan energi. Sehingga potensi ini menjadi daya tarik bagi investor dari China dan Korea untuk bergabung. (Kontan.co.id)























Users Today : 1
Users Yesterday : 3
Total Users : 31827
Total views : 117639
Who's Online : 1