Sangatta, Info Benua — Menjawab rasa khawatir masyarakat Kutai Timur (Kutim) akan buaya di danau folder, yang beralamat di Jalan Ilham Maulana Sangatta Utara, pemerintah kabupaten akan menindaklanjuti permasalahan tersebut. Diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kutim, Irawansyah, bahwa hewan buas itu akan segera ditangkap dan dipindahkan.
“Kalau bisa folder itu segera diurus, nanti akan dikoordinasikan pada Dinas PU, agar tidak terjadi permasalahan saat Porprov,” ujarnya saat diwawancarai di kantor bupati belum lama ini.
Tidak hanya itu, ia menegaskan tingkat keamanan harus ekstra. Agar kesiapan Kutim dalam penyelenggaraan dianggap sanggup, dan tidak mengalami kendala.
“Kami akan pastikan keamanan atlet. Karena disana ada perlombaan dayung dan ski air. Saya rasa permasalahan ini cukup riskan, jadi harus segera diselesaikan sebelum pelaksanaan,” tandasnya.
Senada, Kadispora Kutim, Syahrir melaporkan perihal keluhan warga yang diterimanya. Sehingga saat rapat koordinasi PB Porprov, dirinya meminta panitia lebih memerhatikan hal teknis seperti ini.
“Di folder setiap sore banyak masyarakat yang melihat buaya.
Jangan sampai selaku tuan rumah membawa korban, jadi kita terancam dianggap tidak siap,” keluhnya.
Hal tersebut menghasilkan kesepakatan, bahwa danau yang akan digunakan untuk porprov tersebut akan segera disterilkan dari hewan pemangsa tersebut. Guna menjadikan tempat berlibur alternatif itu lebih aman.
“Tentu nanti foldernya dikeringkan dulu airnya, dikuras atau disedot. Kemudian buayanya ditangkap. Mungkin pelaksanaannya bisa lebih dari sehari. Karena jika dilakukan hanya satu hari, bisa-bisa disitu menjadi banjir. Itu semua nantinya akan dibahas oleh tim teknis,” katanya.
Saat dikonfirmasi perihal pemindahan buaya folder, seorang atlet PSAWI Kutim bernama Fahlevi mengatakan, dirinya belum merasa senang. Pasalnya wacana tersebut telah tercetus sejak lama. Hanya saja minim realisasi yang dilakukan pemerintah membuatnya terus menunggu.
“Sebenarnya yang kami butuhkan hanya fasilitas dan tempat latihan yang memadai. Saya rasa itu tidak berlebihan, perihal niat dan semangat semuanya sudah kami kantongi,” tutur pria berusia 24 tahun tersebut.
Lebih lanjut, dirinya mengeluhkan belum layaknya folder menjadi tempat berlatih. Menurutnya danau tersebut sangat rawan dan tidak aman. Sehingga menjadi kawasan yang sangat memprihatinkan untuk atlet tuan rumah berlatih.
“Ya semoga saja rencana netralisasi folder bisa cepat terlaksana. Agar kami tenang berlatih. Kasihan juga adik-adik yang ingin berlaga di ajang olahraga provinsi, masih minim latihannya,” tandasnya.
Dia berharap dengan tersedianya kawasan berlatih yang layak, dapat meningkatkan prestasi dan mengharumkan nama baik Kutim selaku tuan rumah kegiatan. (as/adv).





















Users Today : 4
Users Yesterday : 5
Total Users : 31951
Total views : 122803
Who's Online : 1