Bontang, Infobenua — Maraknya serangan predator air (Buaya) kepada masyarakat di Kota Bontang tentunya membuat warga menjadi resah. Khususnya bagi warga yang tinggal di daerah pesisir seperti Loktuan.
Publik Bontang tentu pasti ingat kejadian beberapa waktu silam, seorang anak (DA) berusia sekira (9) pada awal Januari lalu yang mengalami serangan buaya saat tengah berenang bersama saudara dan rekannya di Loktuan. Mirisnya serangan buaya kembali terjadi pada Jum’at di Loktuan, lagi yang menjadi korban seorang anak (14).
Menyikapi hal tersebut Anggota Komisi III DPRD Bontang mengatakan jika adanya aspirasi masyarakat meminta dirinya menyampaikan atas keresahan yang dialami masyarakat pesisir karena kerap terjadi serangan dari buaya, sehingga masyarakat memohon dibuatkan tempat penangkaran buaya. Selasa malam (07/10/2020).
“Oleh sebab itu, saya mohon perusahaan-perusahaan yang ada bisa membantu pemkot Bontang untuk melakukan pembangunan penangkaran buaya,” ujar Faisal FBR saat berlangsungnya Rapat Paripurna Ke-7 masa sidang I terkait dalam rangka pengambilan keputusan terhadap enam Raperda Kota Bontang.
Menurutnya, maraknya serangan dari predator air tersebut diduga kuat karena buaya merasa kehilangan habitatnya sehingga merasa terganggu.
“Hal tersebut dikarenakan adanya perluasan lahan yang dilakukan perusahaan yang ada di sekitaran Loktuan, sehingga habitat asli buaya tersebut tidak ada lagi sehingga mengganggu masyarakat,” pungkasnya. *
– penulis: NR
– editor: Akhmadi






















Users Today : 2
Users Yesterday : 4
Total Users : 31964
Total views : 123887
Who's Online : 1