Sedangkan pemeriksaan kebuntingan (Pkb) berjumlah 1.168 ekor dan yang bunting berjumlah 1.133 ekor yang terdiri dari 393 ekor bunting IB dan 740 ekor bunting kawin alam (KA). “Sehingga persentase dari target kebuntingan 2020 sebesar 100,27 persen atau melebihi target sebanyak 1.130 ekor,” ujarnya.
Melalui program Sikomandan, target kelahiran sapi sebanyak 2.047 ekor anak sapi dan sudah terealisasi mulai Januari hingga saat ini sekitar 1.173 ekor. “Artinya target kelahiran baru tercapai sekitar 57,3 persen,” katanya.
Sebagai informasi, Sikomandan adalah salah satu program unggulan Kementan pada 2020 yang merupakan reinkarnasi dari program Sapi Induk Wajib Bunting (SIWAB) yang sudah berjalan sejak 2017 sampai 2019. Sikomandan ini bertujuan untuk menambah populasi sapi dan kerbau untuk memenuhi produksi daging sapi dan kerbau secara nasional. “Benar, program IB telah menaikkan populasi, namun yang menjadi kendala adalah tingginya pemotongan betina produksi,” ucapnya.
Saat ini, DPKP telah mengadakan sosialisasi pengawasan dan pengendalian pemotongan betina ruminansia produktif untuk di Kabupaten Tana Tidung (KTT) dan Bulungan. “Karena keterbatasan dana, sehingga baru 2 kabupaten yang diadakan sosialisasi,” katanya.
Sebagai informasi pada 2019, melalui program SIWAB Provinsi Kaltara mampu melampaui target yang ditetapkan Pemerintah Pusat. Dari target 1.400 ekor sapi betina bunting melalui program SIWAB, di lapangan terealisasi 1.597 ekor dengan tingkat kelahiran 1.308 ekor.(rio/as/adv).





















Users Today : 4
Users Yesterday : 1
Total Users : 31838
Total views : 118139
Who's Online : 1