Bontang, Infobenua — Untuk diketahui, Kalimantan Timur kekurangan lahan pemakaman. Dari 100 hektar luasan kebutuhan, Kota Taman (sebutan Bontang) hanya memiliki lahan makam sekitar 16 hektar.
Anggota komisi III DPRD Bontang, Faisal FBR kembali mengingatkan, pemerintah supaya serius menyiasati persoalan itu. Terutama lahan pemakaman di kelurahan Lok Tuan yang hampir penuh.
Senada, Sekretaris Komisi III DPRD Bontang Abdul Somad menilai, lahan pemakaman di Kelurahan Lok Tuan perlu perluasan. Termasuk di Bontang Kuala yang harus jadi perhatian serius pemda.
“Saya baru dua hari yang lalu menyaksikan keluarga dimakamkan di Bontang Kuala. Di kawasan itu sudah tidak ada tempat, bahkan jalan menuju ke makam terpaksa digali,” ujarnya.
Politisi Hanura ini menyarankan, pemerintah membuat lahan pemakaman umum khusus di kecamatan Bontang Utara. Dimana beberapa bulan yang ada lahan warga kurang lebih 4 hektar yang ditawar di Jalan Pupuk Raya, di belakang SMK Negeri 1.
“Lokasi tersebut sangat strategis untuk mengatasi menipisnya lahan pemakaman di Bontang,” jelasnya.
Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Bontang, Nursalam mengingatkan pemerintah mengenai kesepakatan tempat makan bagi pasien Covid-19. Salam menilai sampai saat ini belum ada respon pemerintah untuk membenahi lokasi di Nyerakat Kiri, dekat taman makam pahlawan.
Sesuai kesepakatan pemerintah dengan DPRD beberapa waktu lalu, lahan pemakan pasien Covid-19 tetap dilakukan di dekat TPU Bontang Lestari. Kemudian dipindahkan secara perlahan tempat pemakaman khusus. *
— Reporter: Jis
— Editor: Ru























Users Today : 1
Users Yesterday : 2
Total Users : 31841
Total views : 118246
Who's Online : 1