

TENGGARONG, INFO BENUA: Ruslan, salah seorang kader PKB Kutai Kartanegara (Kukar) menanggapi secara kritis opini yang disampaikan M. Idham, Wakil Ketua DPC PKB Kukar soal kiprah Puji Hartadi di PKB Kukar.
“Idham itu salah besar, apa yang disampaikan dalam opininya sama sekali tidak berdasar. Saya maklum, dia itu orang baru dan masuk bersamaan dengan gerbongnya Puji,” ungkap Ruslan yang juga Sekretaris Garda Bangsa Kukar kepada media ini, Senin (22/04/2022).
Menurut dia, yang paling berperan membesarkan PKB Kukar pasca reformasi PKB, adalah Iwan Patra. “Pak Iwan Patra adalah sosok the man behind (pria di belakang layar, red) atas kesuksesan PKB Kukar memperoleh banyak kursi. Beliau itu yang paling berjasa, Tanpa beliau PKB Kukar pasti tidak sebesar sekarang,” kata Ruslan.
Sejarahnya, lanjut dia, pada tahun 2019, Puji dan gerbongnya lah yang datang ke Iwan Patra, ‘mengemis’ untuk mendapat tempat di PKB Kukar, dengan berbagai janji politiknya. Ia ingin pindah partai ke PKB dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).
“Menurut saya, bukan karena mempertaruhkan posisi anggota DPRD Kukar, tetapi karena bermasalah dengan partainya, makanya pindah ke PKB. Ibarat kutu loncat, begitu ditampung, malah menggigit,” tandas Ruslan.
Dikatakannya, Iwan Patra yang saat itu berpikir, masuknya Puji Hartadi dan gerbongnya di PKB, diyakini akan dapat membantu membesarkan partai. Ia bahkan rela posisinya sebagai Ketua Tanfidz DPC PKB Kukar, untuk diganti Puji Hartadi, melalui Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub). “Janjinya dulu muluk-muluk, sekarang bukannya menepati janji, malah bikin kacau,” tegas Ruslan.
Jauh sebelum gerbong Puji Hartadi masuk, pengurus DPC PKB Kukar sebelumnya sebenarnya telah mempersiapkan dengan matang suksesi di Pemilu 2019. “Belajar dari Pemilu sebelumnya, Pak Iwan Patra dan kepengurusannya sebenarnya sudah men-setting bagaimana memenangi Pemilu 2019, kalkulasi kita, perolehan tiga kursi sudah di tangan. Itu bukan di atas kertas, tapi dukungan nyata grass root sudah kita pegang,” urai Ruslan.
Harapannya dahulu, dengan masuknya Puji Hartadi beserta gerbongnya, bukan saja dapat meningkatkan target perolehan suara tiga kursi di tiga daerah pemilihan (dapil), tetapi dapat dimaksimalkan di tiga dapil lainnya. Di tingkat provinsi, masuknya Puji Hartadi, harapannya selain dapat kembali mendudukkan kembali Selamat Ari Wibowo, Sekretaris DPW PKB Kaltim sebagai anggota DPRD Kaltim, juga dapat menambah satu figur lagi, yakni Puji Hartadi.
“Faktanya di luar ekspektasi kita, target enam kursi, hanya dapat lima kursi. Di DPRD Kaltim, hanya dapat satu kursi. Padahal sebelum masuknya Puji, kursi DPRD Kaltim dari dapil Kukar sudah ada. Apanya dibilang berhasil? Kami pastikan itu gagal,” papar Ruslan.
Kegagalan Puji mencapai target itu, kata Ruslan, sebenarnya lebih dikarenakan banyak masukan dan saran dari Iwan Patra sebagai Ketua Dewan Syuro yang tidak diindahkan. “Sekarang saya justru prihatin dengan Pak Iwan Patra, sering ditinggalkan, saran masukannya tidak dipakai. Berbagai kebijakan partai diambil tanpa sepengetahuan beliau. Termasuk pada saat mengubah struktur DPC baru-baru ini, tidak ada rapat pleno melibatkan Pak Iwan Patra,” ungkap Ruslan.
Dikatakannya, banyak pengurus dibuang dalam perubahan struktur yang baru ini tanpa rapat pleno di DPC, bahkan tanpa melalui rekomendasi DPW Kaltim. “Saya termasuk yang dikeluarkan dari kepengurusan DPC terbaru. Sedangkan Pak Iwan Patra, jabatannya digeser menjadi Mustasyar, padahal sebelumnya Ketua Dewan Syuro,” kata Ruslan.
Posisi Iwan Patra, lanjut dia, memang naik level, tapi kewenangan dan kapasitasnya berkurang. Selain itu, perubahan tidak dilakukan secara etis. “PKB ini kan partai yang lahir dari ulama, moral politikusnya harusnya dikedepankan. Segala tindakan yang diambil harus beretika, tidak boleh langsung melangkahi jajaran dan atasan,” tandas Ruslan. [] PRO























Users Today : 3
Users Yesterday : 1
Total Users : 31826
Total views : 117141
Who's Online : 1