INFO BENUA.ID, Bontang – Wakil Ketua Komisi III DPRD Bontang Abdul Malik mengatakan, untuk melakukan peningkatan kualitas jalan sepanjang jalan Soekarno Hatta hingga pusat industri Bontang lestari membutuhkan biaya yang cukup besar.
“Kalau menggunakan APBD itu masih tanda tanya sebab membutuhkan anggaran cukup tinggi,” ujar Abdul Malik saat rapat kerja dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPR) Bontang, Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang, Bagian Hukum Sekda Pemkot Bontang, Senin (15/11/2021).
Namun, ia menjelaskan untuk skema pembiayaan peningkatan jalan bisa mengajukan diskresi ke Kementerian PUPR untuk mendapatkan bantuan dana. Informasi tersebut ia terimah ketika mengunjungi Balai Pemeliharaan Jalan Nasional di Provinsi Kaltim.
“Waktu itu Komisi III kunjungan kerja kesana, kemudian kami meminta saran untuk skema pembiayaan peningkatan jalan tersebut,”ungkapnya.
Kata dia, ketika berkunjung ke Balai Pemeliharaan Jalan Nasional Pihaknya berdiskusi terkait pembiayaan peningkatan jalan tersebut, mulai dari melalui Bankeu (Bantuan Keuangan) maupun DAK (Dana Alokasi Khusus).
“Kami juga menanyakan apabila jalan yang menjadi kewenangan daerah tersebut diserahkan ke Pemprov untuk perbaikan, pihak balai mengatakan setelah ditangani provinsi akan sulit pembiayaan rutinnya sebab anggarannya juga terbatas,”sebutnya.
Abdul Malik yang karib disapa Ustad Malik tersebut menyebut, Kota Bontang yang telah ditetapkan sebagai kota industri, jalan yang dilalui setiap harinya menuju kawasan industri wajib ditingkatkan jalannya guna mencegah terjadinya lagi kerusakan dibadan jalan.
“Jalan rusak yang dikeluhkan masyarakat yang setiap harinya mereka lalui tersebut wajar, sebab, kenyamanan berlalu lintas adalah hak bagi setiap masyarakat,”terangnya.
Penulis (Hrm).






















Users Today : 1
Users Yesterday : 2
Total Users : 31882
Total views : 118872
Who's Online : 1