Bontang, Infobenua — Seringnya terjadi banjir dan kerap dikeluhkan warga pada enam RT yang ada di Jl. RE. Martadinata, Kelurahan Loktuan tepatnya RT pada RT 43, 40, 41, 28, 16 dan 12. Membuat Komisi III DPRD Bontang melakukan Peninjauan Lapangan pada drainase yang berada di lokasi tersebut karena kerap mengalami banjir ketika turunnya hujan dengan cukup deras.
Ketua Komisi III Amir Tosina mengatakan jika yang menjadi penyebab utama terjadinya banjir ketika terjadi hujan ialah karena sempit dan dangkalnya drainase dilokasi tersebut karena terjadinya penumpukan lumpur dan sampah yang dibuang sembarangan oleh masyarakat.
“Perencanaan awal pembuatan drainase yang salah itu hal pertama yang menjadi permasalahan karena dibuat kecil dan kurang dalam lalu seiring tahun pemukiman semakin padat sehingga terjadi penyempitan drainase belum lagi sampah yang dibuang secara sembarangan oleh warga,” ungkapnya saat ditemui dilokasi. Senin (19/10/2020), pagi.
Sedangkan, pada RT. 28 di Kelurahan Loktuan penyempitan parit terjadi karena adanya pipa-pipa dari pihak PDAM dan beberapa pipa milik pihak swasta. ditambah lagi ada satu parit utama yang ditutup oleh salah satu perusahaan yang berada tidak jauh dari lokasi parit tersebut.
“Ternyata seringnya terjadi banjir disekitar RT. 28 disebabkan oleh penutupan aliran oleh salah satu perusahaan yang ada di Bontang. Karena pada awalnya ujung dari parit tersebut mengarah langsung kelaut karena pada sisi kanan parit terjadi penutupan sehingga merembes ke rumah warga ketika terjadi hujan deras dan parit tidak mampu menampung debid air yang banyak,” katanya.
Katanya, langkah kedepannya pihak Komisi III DPRD Bontang akan memanggil pihak terkait untuk mengkonfirmasi secara langsung kebenaran terkait penutupan parit tersebut.
“Pihak perusahaan tersebut dalam waktu dekat akan kami panggil dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP),” tutupnya.#
– Reporter: JIS
– Editor: Ades






















Users Today : 2
Users Yesterday : 2
Total Users : 31891
Total views : 120624
Who's Online : 1