Infobenua.COM SAMARINDA – Sekretaris Komisi II DPRD Kota Samarinda Novi Marinda Putri mengatakan, program tapping box di setiap restoran yang menjadi wajib pajak “mandul”. Pasalnya, hingga saat ini pendapatan pajak dari sektor restoran ini tidak maksimal.
Menurut dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda sudah berupaya untuk memaksimalkan program tersebut, dengan memasang tapping box di restoran-restoran di Samarinda.
Namun faktanya, banyak dari pihak restoran yang menolak dipasangnya tapping box di tempat usahanya.
Novi menduga, hal itu terjadi karena adanya oknum-oknum yang sengaja bermain.
“Kita tidak tahu oknum mana yang bermain, apakah yang mempunyai restoran atau oknum luar? Karena Bankaltim sudah menyiapkan tapping box. Tapi kendala di lapangan, setiap kita pasang tapping box, tidak sampai satu bulan pasti rusak. Bahkan ada beberapa restoran yang tidak mau ada tapping box,” bebernya, saat ditemui baru-baru ini.
Dikatakan Novi, padahal tapping box yang dipasang di restoran, hanya untuk mengukur penerima mereka saja dan hanya untuk beberapa bulan saja.
“Sebenarnya tidak harus selamanya dipasang di satu restoran, itu hanya untuk mengukur pajaknya. Paling 2 sampai 3 bulan saja, tapping box akan diambil kembali. Tapi sampai hari ini kita masih kesulitan,” katanya.
Masih kata Novi, dari pihak Bankaltim sendiri sudah siap meminta Dinas untuk menentukan resto yang berpotensi menyumbang pendapatan bagi daerah.
“Tapi sampai hari ini mereka tidak bisa realisasikan. Saya tidak tahu, apakah pelaku usaha yang tidak siap atau tadi, ada oknum yang bermain,” terangnya.
Dengan demikian, Politisi dari partai PAN ini memastikan penerimaan pajak daerah dari sektor restoran tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
“Sudah bisa kita pastikan, pajak dari restoran tidak maksimal, bahkan jauh dari kata maksimal,” pungkasnya.
Penulis : Han






















Users Today : 3
Users Yesterday : 5
Total Users : 31950
Total views : 122586
Who's Online : 1