Samarinda, Infobenua – Do’a bersama dan ikrar “Siap Menang, Siap Kalah” digelar Polresta Samarinda terkait Pilkada Kota Samarinda Tahun 2020. Do’a bersama serta ikrar tersebut dalam rangka menyukseskan pilkada serentak yang aman, damai, jujur dan adil.
Ketiga paslon yang membacakan ikrar tersebut adalah paslon nomor urut 01 Muhammad Barkati-Muhammad Darlis, paslon nomor urut 02 Andi Harun-Rusmadi Wongso dan paslon nomor urut 03 Zairin Zain-Sarwono. Ketiga paslon membaca ikrar di depan Kapolresta Samarinda, Dandim 0901 Samarinda, Pemerintah Kota Samarinda, KPU, Bawaslu, tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Ketua KPU Samarinda Firman Hidayat menerangkan bahwa pembacaan Ikrar “Siap Kalah dan Siap Menang” menjadi pegangan teguh untuk semua.
Menurutya, ada lima poin ikrar yang sudah diucapkan oleh masing-masing paslon menjadi komitmen hingga ditetapkannya paslon sebagai wali kota dan wakil wali kota terpilih.
“Seluruh warga Kota Samarinda akan menentukan nasib kota dengan calon wali kota dan wakil wali kota hingga lima tahun ke depan. KPU sudah memberikan waktu peluang masa kampanye mulai dari 26 September sampai hari ini,” kata Firman dalam sambutannya di Lapangan Mapolresta Kota Samarinda, Sabtu (5/12/2020).
KPU Samarinda sudah memfasilitasi debat kandidat sebanyak 3 kali. Terakhir pada tanggal 2 Desember kemarin dengan penampilan yang maksimal dari masing-masing paslon.
KPU Kota Samarinda sangat mengharapkan penyampaian program, visi, dan misi bisa diserap oleh seluruh warga Samarinda. Sehingga menggairahkan 576.981 pemilih untuk ramai-ramai datang ke TPS pada 9 Desember.
“Keberadaan kepolisian, TNI, serta struktur perangkat yang ada di Pemerintah Kota Samarinda harus bergandengan tangan menjaga kondusifitas. Keamanan menjadi beban kita menjaga bersama. KPU tetap menjalankan seluruh tahapan sesuai dengan norma dan peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Firman mengharapkan pelaksanaan pilkada serentak berjalan aman, lancar, tertib dan kondusif. Selain itu, warga Kota Samarinda bisa memilih dalam sadar sehingga wali kota dan wakil wali kota terpilih benar-benar lahir dari keinginan pemilih.
Sementara itu Ketua Bawaslu Kota Samarinda, Abdul Muin menyampaikan bahwa 5 poin ikrar tersebut sangat penting diterapkan oleh masing-masing paslon.
Menurutnya, pada tanggal 6-8 Desember masuk masa tenang. Hendaknya segala bentuk kegiatan terkait dengan pelaksanaan pilkada dihentikan dan hari ini terakhir untuk berkampanye.
“Saya mengimbau agar kiranya semua alat peraga kampanye (APK) sekiranya dapat diterbitkan mulai tanggal 6-8 Desember 2020,” kata Muin.
Bawaslu mengimbau kepada penyelenggara di tingkat kecamatan maupun kelurahan atau pun desa untuk bekerja secara profesional sesuai dengan standar yang berlaku.
“Semoga pilkada serentak yang akan dilaksanakan empat hari lagi bisa berjalan lancar tanpa menimbulkan perpecahan, aman dan kondusif,” tegasnya.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman dalam sambutanya menyatakan, para pasangan calon bersama-sama tim sukses pasangan calon telah bersepakat dan berikrar siap kalah dan siap menang.
Kepolisian selaku pihak pengamanan dalam penyelenggaraan pilkada serentak tahun 2020 dibantu oleh TNI dan Linmas dalam mendukung program pemerintah ini Kapolri telah membuat maklumat Kapolri Nomor 3/IX/2020 tanggal 21 September 2020.
“Ini adalah pesta demokrasi sebagai masyarakat kita harus mendukung pelaksanaan kegiatan ini, pemilihan kepala daerah tahun 2020 merupakan pelaksanaan kedaulatan rakyat secara konstitusional yang dilindungi undang-undang maka diperlukan penegasan pengaturan,” papar Kombes Pol Arif Budiman.
Tahapan hari pemungutan dan perhitungan suara semakin dekat. Karena itu, pihaknya mengimbau seluruh pihak untuk menjaga situasi kamtibmas yang kondusif, aman damai, sejuk dan sehat di Kota Samarinda. #
– Reporter: Kka
– Editor: Ru























Users Today : 3
Users Yesterday : 1
Total Users : 31826
Total views : 117363
Who's Online : 1