INFOBENUA,SAMARINDA -Dewan keluhkan tertutupnya Panitia Seleksi (Pansel) pimpinan Perusahaan Daerah (Perusda) yang saat ini sedang berlangsung.
Disampaikan oleh Anggota Komisi II DPRD Kaltim , Sutomo Jabir bahwa memang dewan tidak terlibat dalam proses seleksi. Namun, untuk menjalankan fungsi pengawasan, perlu sekiranya meminta informasi sebagai keterbukaan dari Pansel kepada pihaknya.
“Sebab dari itu, Komisi II kemudian memanggil Pansel untuk meminta laporan terkait progres seleksi. Panggilan pertama tidak ada yang hadir. Kemudian, kita coba melakukan panggilan kembali, tepatnya Senin (5/4/2021) lalu. “Ternyata yang datang hanya Asisten II Pemprov dan satu Akademisi Unmul,” ucap Jabir, Rabu (7/4/2021).
Dirinya mengaku sangat kecewa, karena yang datang bukanlah pengambil kebijakan. Oleh sebab itu, ketika meminta untuk dibuka biodata, dari orang yang hadir harus berkoordinasi kepada Sekretaris Daerah (Sekda) terlebih dahulu sebagai koordinator. Bahkan hingga sekarang, belum dikasih juga apa yang telah diminta.
Kemudian Sutomo mengatakan bahwa dalam menjalankan fungsi pengawasan ini untuk memastikan calon pimpinan Perusda kelak, memang benar-benar orang yang kompeten dan berintegritas. “Sehingga, titik berat pengawasan ini mempermasalahkan tidak keterbukaannya, padahap yang kita mau, mereka itu buka biodata, background, dan track recordnya, agar publik juga bisa melihat, siapa yang duduki Perusda itu. Apakah orang yang kompeten atau tidak,” tegasnya
Pihaknya juga menekan agar seluruh tahapan dapat dibuka ke publik, agar ketika diberikan masukan dapat langsung disampaikan sebagai pertimbangan ke Pansel.
Ia juga berkata, jangan sampai saat pimpinan Perusda baru telah terpilih, masih belum memikirkan program-programnya. Karena seharusnya, program tersebut sejak saat ini sudah dapat tergambarkan. Sehingga ketika terpilih sudah bisa langsung bergerak.
“Apalagi kita mau cari kualitas terbaik. Tapi melihat begini seperti tidak ada ruang seluas-luasnya untuk publik untuk memberikan masukan dan penilaian,” jelasnya.
“Sangat ironis ketika pihaknya mengetahui bahwa anggota Pansel pun baru menerima biodata calon pimpinan Senin pagi lalu. Lantas, yang loloskan orang kemarin itu siapa? Kalau anggota panelis sendiri baru menerima biodatanya ” sambungnya.
Ia kembali mengingatkan bahwa keterbukaan itu juga perlu untuk mengantisipasi kekhawatiran dari masyarakat. (*dc)























Users Today : 2
Users Yesterday : 2
Total Users : 31847
Total views : 118481
Who's Online : 1