InfoBenua. Com -Samarinda– Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda Subandi katakan tak sepakat dengan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamax.
Kenaikan harga BBM Non Subsidi Gasoline RON 92 (Pertamax) dari harga semula yakni Ro 9.000/liter yang kini telah disesuaikan harganya menjadi Rp 12.500 per liter (untuk daerah dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor /PBBKB 5%), terus menuai berbagai kontra yang ada. Mulai dari penolakan masyarakat, aksi demo di berbagai wilayah, hingga kemungkinan akan melonjaknya harga bahan lainnya di masyarakat.
Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda Subandi, saat di temui awak media mengatakan, jika kenaikan harga BBM pertamax tersebut menurutnya adalah keputusan yang sangat tidak tepat.
Dimana saat ini perekonomian masyarakat masih berada di posisi pemulihan secara bertahap, juga sektor reel yang belum dapat memberikan income yang lebih besar untuk menunjang pengembalian ekonomi.
Di tambah, kenaikan harga BBM non subsidi Pertamax yang ikut menambah daftar beban masyarakat.
“kita ketahui, ekonomi sedang menurun selama 2 tahun belakangan ini, sektor reel belum bergerak, ekonomi masyarakat masih belum bergerak, di tambah lagi kenaikan BBM, jadi tambah berat,” ucapnya.
Ia menegaskan, jika sebenarnya momen menaikkan harga BBM tersebut di anggap belum pas dengan situasi yang ada saat ini.
“Momentumnya belum pas untuk menaikkan BBM ini,” tambahnya.
Berkenaan dengan itu, pada Kamis, 7 April 2022 lalu Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI datang ke Kota Samarinda terkait dengan sidak BBM yang ada di Kota Samarinda.
Politisi PKS tersebut pun mengatakan, jika ia berharap dengan datangnya Mentri ESDM di Kaltim dan Samarinda, tak hanya sebuah acara seremonial belaka, namun ada substansi yang dapat menjadi bahan pertimbangan dari kenaikan BBM ini.
“Ya saya berharap itu tak hanya jadi acara seremonial aja ya, selain memastikan distribusi BBM itu lancar dan sesuai aturan, yang paling penting jangan sampai ada BBM di salurkan yang tidak semestinya, kalau alur distribusinya juga jangan bertele-tele agar memangkas biaya-biaya yang timbul, karena terkait itu tentunya akan bengkak biayanya, nanti malah naik lagi, dan kenaikan ini harus di tinjau ulang di lapangan terkait kenaikan ini,” harapnya.
Terakhir, Subandi menegaskan, jika ia sangat tidak sepakat dengan alasan dan argumen apapun yang di berikan oleh pemerintah pusat terkait kenaikan BBM tersebut.
“Kami tidak sepakat, apapun argumentasinya yang di bangun pemerintah pusat, untuk menaikkan BBM kita tidak sepakat.” tutupnya dengan tegas.
Penulis : abi/zul.























Users Today : 3
Users Yesterday : 1
Total Users : 31826
Total views : 117201
Who's Online : 1