Kecamatan Sebatik menjadi pemilihan lokasi karena salah satu daerah paling terdampak, akibat lockdown di awal pandemi yang diterapkan oleh negara tetangga, Malaysia. “Padahal kita tahu bahwa selama ini bahan baku hasil pertanian banyak dijual kesana dan lockdown membuat sulitnya penjualannya. Jadi, stok berlimpah dan harga menjadi murah, ubi dan pisang salah satunya,” ujarnya.
Dijelaskannya, bimtek atau pelatihan ini dibuat untuk pemanfaatan bahan baku berlimpah tersebut. “Kita latih masyarakat atau pelaku IKM untuk membuat produk olahan dari bahan baku berlimpah tersebut menjadi produk yang mempunyai nilai jual lebih tinggi, sehingga kedepannya tidak tergantung lagi kepada pihak luar dalam pemasarannya,” jelasnya.
Kegiatan ini tetap menerapkan protokol kesehatan dan melibatkan pihak Kecamatan Sebatik Tengah, Kepala Desa Aji Kuning, Kapospol Aji Kuning dan Komandan Kompi Pamtas Indonesia-Malaysia. “Karena pandemi dan untuk mengurangi pergerakan dan mengundang orang luar, maka instruktur pelatihan diberdayakan dari instruktur terdekat yaitu dari praktisi IKM olahan pertanian di Nunukan,” tutupnya. (rio/ru/adv).






















Users Today : 2
Users Yesterday : 3
Total Users : 31967
Total views : 124191
Who's Online : 1