“Yang perlu digarisbawahi terlebih dahulu adalah, agribisnis ini memiliki pengertian kegiatan ekonomi yang memfokuskan pada penyediaan bahan pangan. Secara kasat mata saja saat ini sudah banyak ditemui sentra-sentra seperti ini apabila dibandingkan beberapa tahun yang lalu,” kata Datu Iman, Kepala Bidang ekonomi Bappeda-Litbang.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara sedang membangun konsep pengembangan pangan yang terintegrasi yang disebut food estate. Ketersediaan daya dukung alam yang luas dinilai dapat memberikan peluang bisnis, menggerakkan perekonomian daerah, sekaligus terwujudnya ketahanan pangan.
Bahkan dari tahun ke tahun, pengembangan usaha pertanian atau agribisnis di Kaltara menunjukkan pertumbuhan positif. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Ekonomi pada Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan (Bappeda-Litbang) Kaltara, Datu Iman. Pemerintah daerah dituntut untuk memajukan pertanian sebagai basis ekonomi kerakyatan.
Beberapa program terus dicanangkan, mulai dari diversifikasi pangan di wilayah perbatasan, program pemberdayaan kawasan hutan untuk pemerataan ekonomi, program produksi komoditas produk olahan, program sentralisasi produksi pangan lokal dan beberapa program lainnya yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Potensi berkembangnya agribisnis di Kaltara juga menurutnya tidak terlepas dari peran Pemerintah Pusat. Selain diimplementasikan dalam beberapa program yang langsung bersentuhan dengan basis pertanian, peran pemerintah pusat dalam membangun akses distribusi melalui pembangunan infrastruktur transportasi, juga menjadi salah satu faktor yang turut mendukung perkembangan potensi ini.
Secara umum Datu mengatakan bahwa Kabupaten Nunukan menjadi salah satu lokasi sentral pembangunan agribisnis dalam beberapa tahun terakhir. Untuk komoditas yang dikembangkan terdiri dari sayur dan buah-buahan, tanaman pokok, tanaman dengan skala waktu panen jangka panjang dan tanaman yang paling banyak dibutuhkan oleh masyarakat.
Untuk komoditas lain yang juga dikembangkan dan masuk pendataan Badan Pusat Statistik dalam Statistik Kalimantan 2016, terdiri dari kopi, lada dan kelapa sawit. Menurutnya, untuk saat ini memang program agrobinsis juga turut diperuntukan sebagai salah satu upaya meningkatkan ketahanan pangan lokal, sehingga salah satu komoditas paling banyak adalah yang dibutuhkan masyarakat. (hms/adv).























Users Today : 3
Users Yesterday : 1
Total Users : 31826
Total views : 117152
Who's Online : 1