INFO BENUA.id- SAMARINDA – Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) tahun 2021 Kaltim berpotensi membengkak. Hal ini terlihat dari tren realisasi kegiatan pembangunan dalam penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang cukup kecil. Alhasil sangat memungkinkan penyerapan anggaran tidak akan sampai 90 persen.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim Salehuddin menyampaikan berkaca dari penyerapan realisasi kegiatan saat ini, daya serapnya sangat tidak maksimal.
Awalnya berfikir lambat seluruh penyerapan ini disebabkan akibat adanya pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang membuat menjadi fokus untuk penanganannya. Namun, baik itu penanganan Covid-19 maupun menyangkut pembangunan ternyata masih juga tidak maksimal.
“Kalau soal bantuan Covid-19. Mungkin karena lebih mengedepankan kehati-hatian. Ya silahkan, tapi tidak harus membuat masyarakat, Kabupaten/Kota teriak minta tolong. Pembangunan infrastruktur pun begitu juga,” tegasnya.
Saleh berasumsi, kondisi di tahun 2021 ini berpotensi akan lebih parah dibanding 2020 lalu. Sebab, dari triwulan pertama dan kedua penyerapan itu masih dibawah 30 persen.
“Saya punya keyakinan daya serap anggaran kita ini sangat kecil, dan nantinya beban puncak realisasi kegiatan itu di Oktober, November dan Desember. Tentunya itu sudah bukan yang ideal,” ungkapnya.
Kondisi keuangan sekarang lanjut Saleh, untuk penyerapan anggaran APBD murni saja masih banyak yang terkendala. Secara umum hingga akhir nanti, jika proses kinerja pengelolaan keuangan di Provinsi tidak berubah. Maka penyerapan anggaran tidak akan sampai 100 persen.
“Saya pikir dibawah 80 persen,” terang Politisi asal daerah pemilihan Kutai Kartanegara (Kukar) ini.
Dana keuangan dan program pembangunan yang sudah disampaikan serta diusulkan oleh masyarakat sejak Musrenbang kemungkinan besar tidak akan terealisasi secara maksimal.
“Hal ini bisa menjadi catatan pak Gubernur Kaltim Isran Noor kedepan,” ujarnya.
Kata dia, kondisi sekarang berpotensi pelaksanaan realisasi kegiatan nanti akan dilakukan secara masif pada 2-3 bulan terakhir nanti. “Dan itu cukup berbahaya rawan penyimpangan. Sekarang kita tidak di posisi yang ideal terkait realisasi anggaran,” tukasnya.
Reporter : Abiyyu























Users Today : 1
Users Yesterday : 12
Total Users : 32073
Total views : 126857
Who's Online : 1