Samarinda, Infobenua — Penyerapan Anggaran Daerah PAD Provinsi Kalimantan Timur Kaltim disinyalir mengalami penurunan. Hal ini diungkap oleh Anggota DPRD Provinsi Kaltim Komisi III Syafruddin saat diwawancarai pada Senin (5/10/2020).

“Turunnya 9 Trilliun aja sekarang menurut KUA (Kebijakan Umum Anggaran) ini, dulunya 11 triliun inikan sisa 9, inilah yg dibahas DPRD, kenapa bisa turun pendapatan dan sektor apa saja, jadi besok kemungkinan besar kita akan undang TAPD, untuk mempertanyakan kenapa bisa turun pendapatan sektor misalnya PAD kita 4,6 trilliun aja, kemudian DBH kita hanya 3 sekian Trilliun”, ungkap Syafruddin.
Menjawab hal tersebut. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kaltim. H. M. Aswin, MM mengatakan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya serapan PAD Kaltim hari ini.
Aswin mengungkap bahwa laju pertumbuhan ekonomi Kaltim terkontraksi sampai 5,4 persen dan masuk dalam kategori negatif. Akibatnya, beberapa kegiatan industri terkhususnya yang bersifat ekstraktif, mengalami penurunan, khususnya dibidang perkebunan, dan pertambangan, yang menjadi komoditi utama saat ini.
“Yang banyak meningkat itu adalah kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan konsumen, seperti Farmasi kemudian Teknologi Informasi, itu banyak digunakan oleh masyarakat, meskipun penghasilannya tidak sebanding dengan industri ekstraktif, tapi kita rasa menjadi hal yang cukup baik lah di masa seperti ini,” pungkas Aswin. #
– reporter: Hr
– editor: Aswad






















Users Today : 1
Users Yesterday : 2
Total Users : 31968
Total views : 124306
Who's Online : 1