Bontang, Infobenua — Komisi II DRPD Bontang melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke proyek Pasar Citra Mas di Loktuan (pasar baru). Adapun kunker Komisi II DRPD Bontang ialah untuk memastikan sejauh mana progress pembangunan Taman Pasar Citra Mas tersebut. Senin(05/10/2020), pagi.
Rustam selaku Ketua Komisi II DPRD Bontang memimpin langsung kunker di pasar baru tersebut. Rustam mengatakan jika kehadiran pihak Komisi II berdasarkan hasil dari rapat kerja (raker) bersama Diskop-UKMP beberapa waktu lalu dimana pasar tersebut telah mengalami sebanyak empat kali menganggaran.
“Satu kali APBN dan sebanyak tiga kali APBD Provinsi. Jika ditotal telah menelan biaya sekira Rp. 40 Miliar lebih anggaran yang masuk dalam pasar tersebut,” ujar Rustam.
Rencananya, setelah rampungnya pasar Taman Citra Mas di Loktuan, Rustam akan mengusulkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang untuk membuat satu pasar lagi yang bertempat di Tanjung Limau.
“Setelah ini saya mau agar bisa dibuat satu pasar lagi ditempat saya lahir (Tanjung Limau). Agar saudara-saudara kita disana bisa kita akomodir juga karena bagi yang sudah lama tinggal di Bontang pasti tau pasar pertama di Bontang ialah pasar Tanjung Limau dan Pasar Lengkol,” sambungnya.
Sementara itu, Doddy Rosdian Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri (PPDN) selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pasar Taman Citra Mas menyampaikan pembangunan pasar dimulai sejak tahun 2017 melalui dana APBN dengan kisaran anggaran sekira Rp. 56 Miliar dan berlaku untuk seluruh Indonesia.
“Pada tahun 2018 pembangunan site file menelah sekira Rp. 9,8 Miliar melalui dana APBN juga, ditahun selanjutnya 2019 karena pasar yang dibangun pertama tidak mampu menampung jumlah pedagang yang ada di pasar Citra Mas lama, oleh karena itu kami kembali melakukan penambahan pembangunan gedung pasar dua lantai dengan kisaran biaya Rp. 14,6 Miliar melalui APBD,” ungkap Doddy Rosdian.
“Pada tahun 2020 ini kami melanjukan pada tahap sarana dan pra sarana dengan nilai Rp. 9,9 Miliar menggunakan APBD. Pada tahun 2021 nanti rencananya kami akan melakukan pengajuan anggaran untuk bisa mengoperasionalkan pasar ini secara maksimal, sekira Rp. 3,8 Miliar,” tambahnya.
Dia memprediksi, pasar Taman Citra Mas akan dapat rampung 100 persen pada akhir tahun 2021.
“Saat ini progresnya jika dikalkulasi dengan anggaran yang sudah digunakan sekira Rp. 40 Miliar, berarti sudah mencapai diangka 90 persen. Untuk tahun depan tergantung proses lelangnya seperti apa nanti jika lelang dapat dilakukan diawal tahun maka diakhir tahun bisa rampung dan langsung diresmikan pada tahun 2021,” jelasnya.
Diungkapnya, Pada banguan pertama ada sebanyak 198 lapak basah dan 35 kios sedangkan untuk bangunan pasar dengan dua lantai memiliki 286 kios dan 39 lapak basah.
“Kami melakukan pembangunan berdasarkan data base awal. Setelah itu baru diserahkan kepada UPT. Pasar untuk dilakukan pendataan para pedagang dan akan diusahakan untuk semua pedagang agar bisa di cover semuanya,” tutupnya. #
– reporter: JIS
– editor: Aswad






















Users Today : 2
Users Yesterday : 3
Total Users : 31967
Total views : 124245
Who's Online : 1