Rusman Sebut Pentingnya Herd Imunity dan Pentingnya 3T
SAMARINDA – INFO BENUA -Meningkatnya angka terkonfirmasi covid-19 di Kaltim membuat pemprov semakin gencar dukung kegiatan vaksinasi massal. Hal ini dilakukan dengan tujuan membentuk herd imunity secara menyeluruh. Sebagai bentuk antisipasi dan tameng dari virus covid-19 yang menyerang secara global.
Menyikapi hal ini Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Yakub memaparkan beberapa persoalan. Dari persoalan daya jangkau untuk melakukan vaksinasi, kesiapan tenaga medis hingga ketersediaan vaksinasi.
“Kalau bicara herd imunity, ada beberapa persoalan. Disebabkan banyak hal. Bisa dari tenaga medis untuk melaksanakan vaksinasi. Bisa dari ketersediaan vaksinnya, bisa juga dari sistim pendataannya,” terangnya, Jum’at (9/7/2021).
Vaksinasi harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat dari perkotaan hingga ke desa-desa. Maka dari itu, menenjemennya harus bagus. Tata kelola, sistim perencanaan, rekrutmen, dan pelaksanannya benar-benar tertata.
“Memang dalam kondisi seperti ini diperlukan kepiawaian. Piawai dalam ketepatan dan kecepatan. Karena kita ini kan berpacu dengan waktu. Cepat dan tepat menjadi klausul wajib saat ini,” beber Rusman.
Tiap harinya angka terkonfirmasi covid-19 terus meningkat. Merunut data dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Pemprov Kaltim tanggal 4 Juli 2021 angka terkonfirmasi covid-19 harian sebanyak 738 kasus. Sedangkan penambahan angka sembuh sebanyak 289 kasus dan meninggal sebanyak 16 kasus.
“Dalam tempo waktu yang cepat angka kematian dikarenakan covid-19 terus meningkat. Kita ini berpacu dengan waktu. Syukur-syukur kalau angkanya menurun. Pertanyaannya kalau naik terus bagaimana,” ujarnya.
Maka dari itu, 3T dinilai sangat penting yakni tracing, tracking dan treatment. Menurutnya, hal ini pun memerlukan kemampuan menejerial.
“Sudah di tracing terus penanganannya seperti apa. Kemudian pemeriksaannya. Apakah teknis pemeriksaannya sudah tepat,” imbuhnya.
Diperlukan penanganan yang tepat mengidentifikasi siapa saja yang memiliki kontak erat dengan orang yang telah terkonfirmasi covid-19. Sebab dampaknya akan sangat besar terhadap lingkungan masyarakat sekitarnya.
“Harus cepat ditelusuri yang bersangkutan berhubungan dengan siapa. Jadi bisa cepat dilokalisir,” kata dia.
Kemudian masalah penanganan, lanjut politisi PPP ini, apakah ada komorbit atau termasuk orang tanpa gejala (OTG). Jika termasuk OTG maka penanganannya dapat dilakukan sesuai petunjuk teknis (juknis) yang ada.
“Kalau OTG penangangannya seperti apa. Apakah bisa isolasi mandiri. Kemudian persyaratannya seperi apa. Itu kan harus diperhatikan juga,” bebernya.






















Users Today : 2
Users Yesterday : 2
Total Users : 31891
Total views : 120324
Who's Online : 1