INFO BENUA.id – SAMARINDA,Sejak dilantik PAW beberapa lalu, politisi Gerindra yang juga putra sulung walikota Samarinda, Andi Afif Raihan Harun, secara perdana melakukan tugas fungsi ke Dewanan , yakni menjalankan Reses ke warga warga disejumlah titik di wilayah administrasi kota Samarinda.
Reses Perdana Afif memilih Desa Berambai, disana Afif Rayhan Harun menemui warganya dan menegaskan akan menindaklanjuti Aspirasi Warga yang mengusulkan berbagai masukan usulan pembangunan dan peningkatan SDM.
Reses perdana M Afif merupakan kegiatan masa sidang ke-3 di Desa Berambai, Kecamatan Samarinda Utara, Sabtu 23 Oktober 2021.
Agenda tersebut bertujuan menyerap aspirasi masyarakat yang kemudian akan diperjuangkan atau di tindaklanjuti oleh anggota dewan. kegiatan itu dihadiri Camat Samarinda Utara, Syamsu Alam dan Ketua RT 29 Berambai, Hariyanto, beserta masyarakat sekitar.
Dalam kegiatan itu, warga menyampaikan banyak keluhan yang ditujukan ke Afif.
Sejumlah diantaranya adalah persoalan infrastruktur dan potensi pariwisata Berambai untuk meningkatkan ekonomi warga.
Bahkan warga juga bercurhat soal keadaan nasib guru honorer yang selama 9 tahun belum mendapatkan dana insentif.
Sudah tidak mendapat insetif sekian lama, walikota Samarinda Andi Harun malah akan mengurangi honorer alias mem-PHK honorer dalam jumlah besar dalam waktu dekat. PHK itu malah mendapat restu dari DPRD Kota Samarinda.
Kepada Afif, Dian Rahayu, wanita yang mewakili warga Berambai mengatakan, saat ini terdapat 4 orang guru mengaji dan 1 guru TK yang belum memperoleh dana insentif.
Padahal, pihaknya telah berusaha melengkapi berkas persyaratan seperti akta notaris. Namun, tampaknya upaya tersebut belum ditindaklanjuti pihak terkait.
” kami hanya 4 orang dan 1 guru TK sudah terdaftar di Kementerian Agama. Kami juga sudah bernaung di Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPMRI).
Guru-guru kami sudah 9 tahun mengabdi di TK TP Amanah di Desa Berambai ini, tetapi kami belum pernah menerima hak insentif sebagai hasil keringat dari segi pengabdian kami sebagai honorer guru” papa Dian sedih.
Merespon keluh kesah menyedihkan nasib sang Guru yang di wakili Dian tersebut, Afif hanya mampu mengakomodir segala aspirasi dan masukan tersebut dan dijanjikan di bicarakan pada sidang-sidang DPRD nantinya.
Termasuk soal kondisi infrastruktur yang merupakan akses jalan masyarakat, yang tak kalah heroiknya di mohonkan oleh warga agar dibangunkan pemerintah.
Terkait soal infrastruktur Afif mengamini suara rakyat agar menjadi prioritas pemerintah untuk dipenuhi. “Infrastruktur memang harus dibenahi. Tadi saya lewat juga disitu dan memang jalannya cukup parah. Akan saya tindaklanjuti,” ucapnya.
Sementara itu soal keluhan Dian yang mewakili guru yang selama 9 tahun hak gaji mereka tak pernah terbayarkan mendapat simpati Afif.
Dia pun berjanji akan mengagendakan soal gaji honorer guru ini sebagai topik utama yang dia akan bawa masuk kedalam persidangan DPRD Samarinda .
“Saya sedikit tersayat ketika mendengar hampir 9 tahun tidak mendapatkan insentif.
Kita harus awasi itu sudah sampai mana. Katanya sudah masukan surat, tapi hingga kini belum dijalankan. Saya harus wujudkan itu agar para guru bisa semangat mengajarnya juga tinggi,
” demikian pidato Afif menanggapi sejumlah aspirasi dan keluhan warga Berambai kepada Afif.
Dalam reses Perdana Afif, dia mengaku mendapat banyak dinamika masyarakat yang selama ini tidak menemukan pemenuhan janji pembangunan yang pernah dilontarkan saat kampanye dulu.
Olehnya Afif mengaku harus berpikir keras agar apa yang pernah di janjikan pemerintah terhadap masyarakat agar sekian persen dapat di penuhi. ” Ini tugas saya selaku wakil rakyat dan dipercaya oleh rakyat untuk menyampaikan aspirasinya ke pemerintah, semoga kita dapat meloloskan usulan usulan masyarakat melalui mekanisme dewan yang sudah diatur,”ujar Afif
. penulis **Anisa






















Users Today : 2
Users Yesterday : 4
Total Users : 31964
Total views : 123827
Who's Online : 1