INFO BENUA. Id -SAMARINDA- Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Sri Puji Astuti sebut semua lembaga pendidikan akan di berlakukan Perkuliahan Tatap Muka (PTM), jika telah memenuhi syarat.
Pendidikan merupakan mesin utama dalam mencetak generasi muda bangsa Indonesia. Namun saat ini, dunia pendidikan terhambat akibat mewabahnya Virus Covid-19 di seluruh penjuru negeri. Virus Covid-19 yang terjadi hingga dua tahun belakangan ini, mengakibatkan kemunduran yang cukup signifikan bagi seluruh aspek pendidikan.
Hal ini membuat seluruh elemen masyarakat bersama-sama melawan penyebaran virus Covid-19 agar keluar dari zona yang tidak mengenakkan ini.
Syukurnya, berkat upaya para petugas kesehatan, aparat yang melakukan ketertiban serta kesadaran masyarakat dalam menjaga protokol kesehatan(prokes), mampu mendorong penyebaran virus Covid-19 dapat berkurang, hingga saat ini Kota Samarinda telah turun level PPKM menjadi level II, berdasarkan Insturksi Walikota nomor 11 tahun 2021.
Menjadi sebuah semangat baru terhadap masyarakat, karena telah mampu mengurangi penyebaran Covid-19 di Kota Samarinda. Terutama dari sektor pendidikan.
Terkait hal ini, Ketua Komisi IV DPRD Kota Sri Puji Astuti memberikan tanggapannya terhadap level PPKM yang sudah turun menjadi level II dari segi pendidikan.
Menurutnya, dengan turun levelnya PPKM Kota Samarinda tersebut, dan mulai di bukanya Pertemuan Tatap Muka (PTM) bagis beberapa sekolah yang ada di Samarinda, hal ini perlu di awasi lebih dalam perkembangannya.
“Masih uji coba karena selama ini tahap pertama sampai ketiga ini bagus, baru ntar akan di buka lagi, setelah di evaluasi dan hasilnya memungkinkan atau tidak untuk di tambah lagi,” ucapnya.
Ia pun melanjutkan, penambahan kelak, harus sesuai dengan isi dari Surat Keputusan Bersama 4 Menteri (SKB 4 Menteri), agar tidak melanggar aturan dari atas.
“Pokoknya sesuai dari isian SKB 4 Mentri, kalau mereka sudah siap, ada asesmen dari dinas pendidikan, minta restu ke pak walikota,” tambah politisi Demokrat tersebut.
Namun, ia mengatakan jika hal yang terpenting dari semua itu adalah kepercayaan orang tua terhadap sistem PTM kelak, dan yang jelas restu orang tua kepada anaknya yang akan menempuh pendidikan secara tatap muka.
“Dan semua itu yang paling penting adalah izin dari orang tua, izin anaknya untuk sekolah offline. Karena itu yang utama,”tambahnya dengan jelas.
Politisi Demokrat tersebut berharap, jika semua dapat kembali seperti semua dan tidak ada lonjakan cluster baru dari anak sekolah.
“Harapan saya ya kita bisa kembali seperti semula, ya semoga gak ada lonjakan cluster dari anak sekolah, di harapkan itu gak terjadi.” pungkasnya.
Penulis : abi/zul.























Users Today : 1
Users Yesterday : 2
Total Users : 32085
Total views : 129753
Who's Online : 1