INFO BENUA. Id -SAMARINDA- Anggota komisi IV DPRD Kota Samarinda Deni Anwar Hakim, sebut Pembelajaran Tatap Muka (PTM) akan terus di perluas ke seluruh Kota Samarinda.
Pademi yang telah berlangsung selama 2 rahun belakangan ini, membuat dunia pendidikan harus merubah pola pendidikan secara cepat. Sekolah daring atau online menjadi solusi tepat saat wabah pandemi melanda. Namun jal itu kini sudah harus di normalisasikan lagi. Pasalnya, wabah pandemi di Kota Samarinda telah turun hingga ke Level dua berdasarkan surat edaran walikota Samarinda.
PTM sebagai upaya normalisasi pendidikan, terus di tingkatkan secara kuantitas. Hal ini di sampaikan Deni dengan melihat kondisi yang kian membaik di kota Samarinda. Di lihat dari kondisi sekarang, sekolah yang telah melakukan PTM, telah berjumlah 144 sekolah.
“Soal PTM ini alhamdulillah kita sudah masuk ke tahap empat, dan sekarang sudah ada 144 sekolah yang telah di PTM kan,” ucap Deni.
Sampai saat ini, sekolah yang melakukan PTM masih terus di maksimalkan. Hal ini dapat di lihat dari belum di temukan cluster baru dari berlangsungnya PTM tersebut.
“Alhamdulillah sampai saat ini kita belum menemukan adanya cluster baru yang muncul dari PTM ini,” katanya.
Di sisi lain, Deni mengatakan semakin banyak vaksinasi yang telah di lakukan, akan mempercepat berlakunya PPKM level 1. Untuk saat ini vaksinasi yang yelah di lakukan sudah di atas 50 %.
“Terkait Vaksinasi, kita sudah di atas 50%, dan sekarang menuju level 1, karena kalau sdh level 1, pasti akan lebih banyak lagi yang akan melakukan PTM, dan jumlah yang hadir dalam kelas pun lebih banyak,” jelasnya.
Ia pun akan mendorong agar berlakunya PPKM level 1 bisa di laksanakan di akhir tahun 2021 ini. Dengan kembLi memaksimalkan vaksinasi ke seluruh masyarakat Kota Samarinda
“Kalau sekarang kan masih terbatas, kalau sudah level 1 jelas akan lebih besar lagi, dan kita akan usahakan di desember kita sudah level 1,” sebutnya dengan semangat.
Selain itu, ia juga berpesan pada sekolah yang melakukan PTM untuk terus memperhatikan kesehatan siswanya. Hal ini di lakukan, agar tidak terjadi keresahan pada orang tua siswa dan siswa itu sendiri saat berlangsungnya PTM ini.
“Kita juga sampaikan ke sekolah yang sudah PTM, untuk mendorong protokol kesehatan yang ketat dan selalu mengecek siswanya untuk sehat, kalau sakit ya tidak usah turun sekolah. Ya supaya gak menimbulkan keresahan di sekolah,” tegasnya.
Terakhir, ia menyebutkan jika yang paling penting dalam PTM ini adalah persetujuan orang tua. Dengan demikian PTM dapat dilakukan jika orang tua pun menyetujui buah hatinya untuk menempuh pendidikan secara normal.
“Yang paling penting juga persetujuan orang tua siswa untuk anaknya melakukan PTM, makanya kita minta sekolah untuk buat kuisioner untuk orng tua siswa, itu yang paling penting.” pungkasnya.
Penulis :abi/zul.























Users Today : 1
Users Yesterday : 2
Total Users : 32085
Total views : 129655
Who's Online : 1