INFOBENUA.ID .SANGATTA – Pada beberapa waktu yang lalu Bupati Kabupaten Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman membeberkan bahwa angka kemiskinan di Kutim meningkat sebanyak 0,07 persen selama pandemi covid-19.
Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam menanggulangi semakin meningkatnya angka kemiskinan.
Saat dikonfirmasi, Ardiansyah Sulaiman menyampaikan dalam pandemi covid-19 ini, daya beli masyarakat berkurang. Kemudian beberapa produk masyarakat terutama bagi mereka yang berada di kalangan menengah ke bawah ini adalah yang paling berdampak.
” Mereka yang punya usaha kuliner, warungan dengan berkurangnya daya beli masyarakat otomatis mereka adalah yang paling terdampak,” kata Ardiansyah, Jum’at (5/11/2021).
Dirinya mengaku paham betul apa yang dirasakan oleh masyarakat menengah kebawah. Saat ini pemerintah hanya memberikan bantuan pada masyarakat berupa bantuan sosial.
Ini merupakan langkah pertama pada tahun ini, mengingat pasangan Ardiansyah Sulaiman dan Kasmidi Bulang baru saja di lantik pada Februari 2021 lalu.
Untuk berikutnya dirinya telah merancang konsep dimulai pada 2022 hingga seterusnya. Namun saat ini mengikuti anjuran pemerintah pusat untuk pemerintah daerah memberikan trobosan dengan mendukung masyarakat menggiatkan usaha online.
” Iya saya rasa ini telah berlangsung diseluruh daerah ya, menggiatkan usaha online. Karena tiap saat pemerintah pusat memantau daerah, dan meminta pemerintah daerah untuk menggalakkan konsep sosial,” bebernya.
Namun menurutnya dengan situasi dimana minat beli masyarakat berkurang dirinya mengaku langkah ini belum efektif, sehingga langkah yang diambil adalah pemerintah memberikan bantuan operasional pada usaha menengah kecil atau pedagang kecil.
Kabar baiknya, baru-baru ini Kabupaten Kutai Timur telah berada di level-2, pemerintah sudah memberikan kesempatan pada usaha menengah untuk kembali membuka usahanya, meski pemerintah terus berhati-hati dalam penerapan protokol kesehatan.
” Alhamdulillah seiring dengan berjalannya waktu, saat ini kita lihat warung-warung, toko-toko mulai datang pembeli. Tapi kita tetap pantau dan berikan pembatasan jam 21.00 sudah harus tutup, minimal take away,” jelasnya.
Hingga hal ini yang terus mendongkrak naiknya perekonomian masyarakat Kabupaten Kutai Timur kedepan.
Penulis : Ainun






















Users Today : 1
Users Yesterday : 1
Total Users : 32087
Total views : 129953
Who's Online : 1