
infobenua.id,Balikpapan-Pemerintah kota Balikpapan Melalui BPBD Balikpapan menggelar apel kesiap siagaan penanggulangan bencana di Lapangan Merdeka, Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapa Kota, Jumat sore (3/12/2021).
Melibatkan sekitar 350 personel gabungan dari 35 lembaga seperti TNI, Polri, Basarnas, BMKG, BPBD, hingga relawan
“Hal ini penting untuk membangun kesiapan kami menghadapi bencana, agar dapat meminimalisir dampaknya bagi korban jiwa, korban luka serta berbagai bentuk kerugian lainnya,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Balikpapan Sayid MN Fadly saat memberikan sambutan .

Berdasarkan hasil Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Balikpapan, sepanjang tahun 2021 hingga tanggal 2 Desember 2021 telah terjadi 105 bencana hidrometeorologi yang meliputi bencana banjir 30 kali, tanah longsor 58 kali, kebakaran hutan 16 kali dan kejadian angin puting beliung satu kali kejadian.
Oleh karenanya, pemerintah kota Balikpapan berkewajiban melakukan langkah kesiapsiagaan dan menyusun upaya penanggulangan bencana yang bersinergi antara lembaga instansi, organisasi yang terkait di Kota Balikpapan.
“Koordinasi dan kolaborasi untuk mewujudkan integritas dalam penanggulangan bencana sangat perlu ditingkatkan, untuk memaksimalkan potensi dalam penanggulangan bencana di kota Balikpapan,” paparnya.

Apalagi diprediksikan akhir tahun 2021 ini, menjadi momentum terjadinya fenomena la Nina. Akhir-akhir ini sudah mulai ditandai dengan tingginya curah hujan di Kota Balikpapan.
“Kami doakan Kota Balikpapan dan seluruh masyarakat senantiasa dan dilindungi dari bencana sekalian,” harapnya.
Kepala BPBD Kota Balikpapan, Suseno mengatakan, apel digelar sebagai bentuk kesiapsiagaan sekaligus langkah kongkrit Pemkot Balikpapan bersama instansi terkait dalam menghadapi potensi terjadinya bencana alam hidrometeorologi.
“Ini tindak lanjut dari perintah Presiden agar seluruh daerah melakukan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana hidrometeorologi. Apabila terjadi bencana semua sudah siap,” katanya.
Giat tersebut rutin setiap tahun. Hanya saja tergantung pada situasi dan kondisi yang sedang terjadi.
“Tentu kita berdasarkan informasi dari BMKG. Sehingga kita harus siaga agar masyarakat hidup dengan nyaman,” ungkapnya.
Potensi bencana di Balikpapan, lanjut Suseno, berdasarkan data diantaranya longsor daerah pemukiman, banjir, hingga angin puting beliung.
“Harapannya semoga tidak terjadi bencana lagi. Ini hanya sebagai bentuk kesiapsiagaan kita, sehingga meminimalkan dampaknya jika itu terjadi,” pungkasnya.
Kepala BPBD Balikpapan Suseno menambahkan, apel kesiapsiagaan ini merupakan tindak lanjut dari perintah Presiden Joko Widodo agar Pemerintah Daerah dapat melakukan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana meteorologi.
“Apabila terjadi bencana semuanya sudah siap,” ujarnya.
Tentunya, tidak mengharapkan bencana terjadi. Ini sebagai bentuk kesiapsiagaan untuk meminimalkan dampak kalau hal itu terjadi.
Selain itu juga menyikapi info dari BMKG Kota Balikpapan bahwa cuacanya cenderung hujan, sehingga harus menyiapkan kesiapsiagaan supaya masyarakat merasa dapat hidup nyaman tanpa ancaman kebencanaan.
Apel Kesiapsiagaan dihadiri oleh perwakilan unsur Forkopimda, Ketua DPRD Balikpapan H Abdulloh, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan Erika Mardiyanti, Pertamina Balikpapan, Relawan Banda,Dan beberapa Relawan lain nya.






















Users Today : 2
Users Yesterday : 2
Total Users : 31891
Total views : 120690
Who's Online : 1