Samarinda, Infobenua — Berpengaruh terhadap lingkungan dan mengancam kehidupan masyarakat karena semakin berkurangnya kadar oksigen, membuat pemerintah serius dalam memberantas pembalakan liar.
Pulau Kalimantan dan Kaltim pada khususnya menjadi paru-paru Indonesia dikaruniai alam yang subur dan luas menjadikannya rawan untuk terjadinya pembalakan liar. Kendati pemerintah sudah memperketat aturan dan tindakan tegas dari aparat akan tetapi kasus ilegal logging masih kerap terjadi.
Salah satunya, penangkapan truk yang memuat kayu hasil pembalakan liar baru-baru ini di Berau. Kasus ini membuka mata semua orang bahwa ilegal logging masih terjadi dan dilakukan secara sembunyi-sembunyi.
Anggota DPRD Kaltim Nasiruddin menuturkan memiliki segudang dampak buruk ilegal logging seharusnya menjadi tanggungjawab semua pihak. Pasalnya, keterbatasan personil aparat penegak hukum di lapangan dimanfaatkan sebagai celah untuk melakukannya aksi melanggar hukum tersebut.
“Kalau hanya mengandalkan petugas saja sulit, masyarakat juga memiliki peran dalam melakukan pengawasan di wilayahnya masing-masing. Soalnya, dampak buruk terlebih permasalahan lingkungan akan menimpa siapa saja, ” Sebutnya.
Selain itu, potensi kerugian negara akibat ilegal logging diperkirakan miliaran rupiah. “Kalau masuk ke kas negara hasilnya tentu akan dipergunakan untuk kepentingan publik seperti infrastruktur dan lainnya, “katanya.
Oleh sebab itu pihaknya meminta kepada aparat penegak hukum agar tidak tebang pilih dalam menangani kasus ilegal logging. Tidak hanya bagi pelaku di lapangan tetapi juga pemilik atau bos dibelakangnya harus pula ditindak tegas. *
— Reporter: Kka
— Editor: Ru






















Users Today : 1
Users Yesterday : 3
Total Users : 31966
Total views : 124039
Who's Online : 1