INFOBENUA. COM -SAMARINDA– Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni mengatakan, pembukaan kembali destinasi wisata ataupun obyek-obyek wisata untuk masyarakat yang ada di Seluruh wilayah Kaltim, tergantung dari keadaan dan perizinan dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di masing-masing daerah. Senin, (21/02/22).
Sri Wahyuni mengatakan, jika obyek wisata di Kaltim akan terus di pantau perkembangannya. Jika penerapan dan pelaksanaannya kelak haruslah tetap memenuhi protokol kesehatan.
“Kita prinsipnya menyesuaikan, obyek-obyek wisata yang masih dibuka dengan selalu menerapkan protokol kesehatan dengan ketat,”
Ia melanjutkan, jika keadaan masing-.masing daerah juga turut menentukan bagaimana kemudian obyek wisata dapat di buka kembali.
“Misalnya kalau daerahnya masuk level 3 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), itu harus sampai 50 persen, dan itu tentunya harus diikuti. Jadi kita ini sifatnya ikut saja apa yang jadi kebijakan daerah. Hanya kita minta agar pengelola wisata dapat menerapkan prokes dengan ketat,” jelas Sri Wahyuni usai menghadiri pelantikan Penjabat (Pj) Sekda Provinsi Kaltim Riza Indra Riadi di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim.
Sri Wahyuni menambahkan, kalau penanganan Covid-19 tidak berjalan dengan baik, tentu juga berdampak pada pelaksanaan kegiatan wisata, sehingga tidak bisa berjalan secara optimal, jadi harus tetap disiplin menerapkan prokes. Artinya semakin turun level PPKM-nya, maka semakin mudah juga membuka obyek-obyek wisata yang ada di daerah, begitu juga sebaliknya.
“Kita bersyukur, para pengelola industri pariwisata di Kaltim telah belajar dari pandemi Covid-19. Jadi mereka ada inisiatif-inisiatif melakukan kegiatan yang sifatnya online,”tandasnya.
Dikatakan, sebenarnya Bali sudah mulai buka untuk wisatawan asing, dan diharapkan para wisatawan tersebut juga bisa datang ke Kaltim. Tetapi kembali lagi terhadap keputusan Satgas Penanganan Covid-19 di masing-masing kabupaten kota.
“Kita harapkan masyarakat juga mendukung, penerapan prokes dengan baik, otomatis berdampak pada penurunan angka yang terpapar Covid-19, dan level PPKM-nya juga bisa turun, sehingga obyek wisata bisa dibuka dan wisatawan dari luar banyak berkunjung ke Kaltim,” pungkas Sri Wahyuni.
Penulis : zul.























Users Today : 3
Users Yesterday : 1
Total Users : 31826
Total views : 117269
Who's Online : 1