Samarinda, Infobenua — Pembukaan gelaran MTQ tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya, akibat pandemi Covid-19. Gelaran yang umumnya terselenggara disatu tempat, kini harus terbagi menjadi beberapa lokasi untuk setiap cabang perlombaannya.
Beberapa lokasi terpilih di antaranya, SMPN 4 Samarinda, SMPN 5 Samarinda, SMAN 3 Samarinda, SMAN 5 Samarinda, serta lokasi pembukaan MTQ ke 42, MAN 1 Samarinda.
Peserta yang berpartisiapasi terdiri dari 10 kecamatan yakni, Samarinda Utara 37, Sungai Pinang 52, Samarinda Ilir 41, Sambutan 39, Samarinda Kota 35, Samarinda Ulu 39, Sungai Kunjang 36, Samarinda Seberang 17, Loa Janan Ilir 39, Palaran 45. Sehingga total peserta terhitung 380 Qori dan Qoriah, serta 27 orang official.
Terdapat 20 Cabang perlombaan yang ditandingkan, tiga diantaranya lomba Tilawah, Hafalan Quran, dan Tafsir Quran.
Membuka sekaligus meresmikan MTQ 42, Walikota Samarinda, Syaharie Jaang mengaku bahagia dan terharu mengingat perayaan MTQ tahun ini merupakan tahun terakhir yang dihadiri oleh Jaang sebagai Walikota.
“Terima kasih atas kenangannya untuk kali terakhir, mudahan ke depannya saya bisa menghadiri sebagai warga biasa. Oleh sebab itu dalam suasana MTQ perkenankan saya dan istri mohon pamit kepada kyai, ustaz, dan tokoh agama. Semoga kita bertemu dalam suasana MTQ selanjutnya dengan kondisi normal,” kata Jaang.
Pria yang mengenakan seragam berwarna hijau lengkap dengan motif sarung Samarinda tersebut, berharap kegiatan MTQ dapat berlangsung dengan lancar kendati pandemic menghadang. Dia menambahkan para peserta yang memenangkan setiap cabang perlombaan, diharapkan dapat mewakili Samarinda dengan baik pada MTQ tingkat Provinsi di Bontang, 2021 mendatang.
Camat Samarinda Ulu sekaligus Ketua Panitia MTQ ke 42, Muhammad Fahmi, optimis dengan gelaran yang dia laksanakan tersebut. Lebih lanjut, Fahmi mengaku persiapan penyelenggaraan MTQ ke 42 telah dicanangkan dengan matang. Termasuk penerapan protokol kesehatan selama berlangsungnya kegiatan tersebut hingga 7 November mendatang. Kepanitiaan turut meminta rekomendasi kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda agar acara dapat berlangsung .
“Era globalisasi saat ini menuntut umat muslim untuk meningkatkan kesadaran pada Alquran, maka dari itu pesan saya, bertandinglah secara sportif serta tingkatkan keimanan kita pada Allah SWT,” tutup Fahmi. #
– reporter: Kka
– editor: Ru























Users Today : 3
Users Yesterday : 1
Total Users : 31826
Total views : 117356
Who's Online : 1