Foto: Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda Deni Hakim Anwa
Infobenua.id.Samarinda – Pembukaan taman Tepian Mahakam segmen depan Kantor Gubernur Kaltim disambut antusiasme masyarakat Samarinda. Pedagang kaki lima (PKL) diizinkan berjualan sesuai standarisasi dan mekanisme yang telah diatur Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Membuat kawasan yang identik dengan salah satu ikon Samarinda itu kembali menarik pengunjung.
Menurut Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar, dibukanya kembali Tepian Mahakam otomatis akan menghidupkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Tepian. Sebab, sebelum adanya pandemi kawasan itu merupakan tempat sebagian masyarakat menggantungkan pendapatan.
Namun, dikarenakan Tepian Mahakam merupakan ruang terbuka hijau (RTH). Sangat penting bagi pedagang maupun pengunjung memastikan fungsi tersebut tetap berjalan. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah yaitu dengan mengatur PKL yang berdagang di kawasan tersebut.
“Karena potensi tepian mahakam sangat mempesona, kita punya kota yang dibelah oleh sungai. Tidak banyak di Indoensia. Otomatis kota ini punya nilai plus, ada tempat wisata yang juga bisa menambah PAD,” tuturnya.
Selain itu, lanjut politisi Fraksi Partai gerindra ini, PAD (pendapatan asli daerah ) juga akan bertambah dari retribusi parkir. Namun, yang patut menjadi perhatian adalah antisipasi penuhnya parkir kendaraan yang dapat menyebabkan kemacetan.
“Semoga dengan adanya konsep baru ini, semua tertata bagus dan rapi. RTH juga berfungsi dengan maksimal,” harapnya.
Diketahui, ada 27 kelompok pedagang yang diizinkan berjualan di Tepian Mahakam. Kelompok tersebut terdiri dari tiga hingga empat pedagang. Pedagang tersebut dikelompokkan sesuai dengan jenis makanan yang dijual dan ditata sesuai segmen dagangan. Dengan ketentuan hanya akan ada dua penjaga yang diizinkan menjaga stan.
Penulis: POT





















Users Today : 3
Users Yesterday : 7
Total Users : 31961
Total views : 123547
Who's Online : 1