Samarinda, Info Benua — Semakin dekat dengan perhelatan akbar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak tahun 2020 di Kota Samarinda.
Partai NasDem yang telah melabuhkan pilihannya kepada Bakal Pasangan Calon DR. Andi Harun-DR. Rusmadi Wongso, telah menepis anggapan sejumlah aktor panggung politik di Kota Samarinda dan bahkan di Provinsi Kaltim, yang secara sinis menyatakan bahwa Partai NasDem yang tanpa mahar dalam mengusung bakal pasangan calon pilihannya tidak pernah maksimal dan cenderung gagal disetiap Pilkada di berbagai tingkatan, sehingga berkoalisi bersama partai ini dapat disebut sebagai Koalisi Hampa.
Hal tersebut lantaran ada anggapan bahwa Partai NasDem sebagaimana ungkapan dalam pribahasa adalah kumpulan orang-orang yang menepuk air di dulang terpercik muka sendiri.
Jelaslah bahwa setiap gerak politik memiliki cost sebagai konsekuensinya, sedangkan Partai NasDem menampik keras kenyataan ini. Menanggapi hal ini ketua bidang OKK DPD Partai NasDem Kota Samarinda, Andi Hasnan Hakim, menampik keras stimulus negatif yang beraroma busuk tersebut.
Andi Hasnan Hakim sebagaimana instruksi DPP Partai NasDem melalui DPW Partai NasDem Provinsi Kaltim kepada DPD Partai NasDem Kota Samarinda, NasDem dalam mengusung Bakal Pasangan Calon di Pilkada Serentak ini, menyatakan:
“Memang benar adanya tanpa mahar dan tanpa embel-embel apapun, tetapi bukan berarti tanpa harga diri, jelas sekali H. Joha Fajal, SE., MM., selaku Ketua DPD Partai NasDem Kota Samarinda, memberi instruksi kepada kami seluruh jajaran pengurus dan kader Partai NasDem yang berarti pertarungan Bakal Pasangan Calon pilihan Partai NasDem, dalam hal ini DR. Andi Harun-DR. Rusmadi Wongso adalah pertarungan harga diri,” kata Andi Hasnan Hakim.
Menurutnya pula dia dan rekan tidak melihat cost politik yang mereka maksud atau apapun itu tetapi baginya kejayaaan partai adalah kemenangan dalam setiap perhelatan pemilihan, baik itu Pilkada, Pileg atau pyn Pilpres.
“Namun yang kami pertaruhkan itu harga diri pengurus, wajah H. Joha Fajal, SE., MM., sebagai pimpinan kami tertinggi di Kota Samarinda, wajah DR. H. Isran Noor yang juga Gubernur Kaltim sebagai pimpinan tertinggi kami di Provinsi Kaltim, DR H. Awang Farouk Ishak mantan Gubernur dan saat ini DPRRI asal Kaltim dan masih banyak lagi tokoh-tokoh besar di partai ini, kami juga sadar bahwa tanpa mahar, kami bak pejuang kemerdekaan di tahun 1945 yang hanya bermodaljan bambu runcing namun mampu merebut kemerdekaan negeri yang sama kita cintai ini,” lanjut Andi Hasnan Hakim.
Lebih jauh menurutnya instruksi Ketua DPD Partai NasDem Kota Samarinda sangat jelas bagi, harga diri kami adalah kemenangan Andi Harun-Rusmadi. Kekalahan adalah aib terbesar bagi kami. Oleh karenanya semangat besar perjuangan ini telah menggerakkan 10 pemimpin kecamatan di Samarinda, untuk bergerak secara simultan untuk memenangkan bapaslon yang didukung. Mereka adalah ada H. Darman, B.Sc di Samarinda Seberang, Syamsul Akbari di Palaran, Aleksius Bhali di Loa Janan Ilir, Syaiful Akhyat, S.Ag di Sungai Kunjang, La Ole di Samarinda Ulu, Hamka di Samarinda Utara, Halpian Noor Hanafiah di Sungai Pinang, Deddy di Samarinda Kota, Aras Massa di Sambutan dan Ikbal Heluth di Samarinda Ilir.
Ke 10 pemimpin tingkat kecamatan ini telah menterjemahkan instruksi pemenangan ketua DPD H. Joha Fajal, SE., MM., dengan sejumlah strategi pemenangan yang terukur, terstruktur dan sistematis, yang akan menghimpun seluruh potensi dan daya tarik Partai NasDem, pengurus, kader, anggota partai serta simpatisan, serta warga masyarakat yang cenderung progresif atas perjuangan partai ini.
Oleh karenanya merekapun tegas menampik “koalisi hampa” yang dilekat-lekatkan dengan partai kebanggaan mereka Partai NasDem. Kami NasDem yang punya harga diri dan itulah yang menjadi kebanggaan kami di NasDem. BERSATU, BERJUANG, MENANG.. salam RESTORASI! (*/ib).





















Users Today : 14
Users Yesterday : 2
Total Users : 31981
Total views : 124441
Who's Online : 1