Infobenua.com, Samarinda- Perubahan aturan penetapan harga minyak goreng oleh Pemerintah Pusat membuat masyarakat menjadi galau.
Bagaimana tidak, harga eceran minyak goreng melonjak tajam usai pemerintah mencabut subsidi minyak goreng yang mulanya ditetapkan dengan harga Rp 14 ribu per liter atau Rp 27 ribu per 2 liter.
Laila Fatihah, anggota Komisi II DPRD Samarinda pun ikut galau. Ia mengatakan, situasi dimana harga ditetapkan secara nasional yakni Rp 14 ribu per liter sontak membuat stok minyak goreng menjadi langka. Namun lanjutnya, saat pemerintah mencabut subsidi minyak goreng, seketika minyak goreng langsung beredar.
“Saya tidak tahu ada apa, secara logika seperti sulap. Saat subsidi dicabut, minyak langsung beredar. Mungkin ini yang namanya hukum pasar, silakan saja, tapi jangan sampai mengorbankan masyarakat,” ungkap Laila sapaannya.
Situasi itu juga membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menjadi dilema. Di satu sisi, berupaya melakukan kebijakan atas kelangkaan minyak goreng dengan pengadaan minyak goreng curah, namun di sisi lain, pemkot juga harus melakukan penyesuaian atas kebijakan yang diambil oleh pemerintah pusat.
“Minyak goreng curah kita sudah ready, kita sudah jadwal dengan Pemkot untuk operasi pasar. Kendalanya pertama, harga eceran tertinggi berubah. Kemudian kita menyesuaikan, tiba-tiba dari Menteri dilarang melakukan operasi pasar. Otomatis kita tidak jadi lagi, padahal tiap kelurahan sudah beli tandon untuk minyak curah. Terakhir, minyak yang kita punya tidak boleh didistribusikan ke masyarakat umum, melain ke UMKM kelas menengah ke bawah saja,” tuturnya.
Sehingga itu, ia menilai kebijakan pemerintah pusat menarik ulur regulasi justru menciptakan kegaduhan di masyarakat.
“Artinya, sebenarnya yang membuat beredarnya minyak goreng ini adalah regulasi yang dibuat pemerintah pusat. Setiap hari berubah-ubah. Kita mau menentang, nanti dibilang tidak ikut aturan, ya susah, jadinya menghambat,” pungkasnya.
Penulis : syaef























Users Today : 2
Users Yesterday : 2
Total Users : 31883
Total views : 119416
Who's Online : 1