INFO BENUA. Id -SAMARINDA- DPRD Komisi IV Kota Samarinda, Maswedi mengatakan
Perkembangan kasus Virus Covid-19 di Kota Samarinda, kini menurun drastis. Masyarakat mulai melakukan aktivitas seperti biasa, walaupun tetap dalam penjagaan Prokes yang ketat.
Kota Samarinda yang telah berstatus PPKM level II, berdasarkan putusan Wali Kota Samarinda, menjadi kegembiraan seluruh masyarakat Kota Samarinda.
Namun hal tersebut juga perlu di waspadai, dinamika penyebaran Covid-19 yang cukup bervariasi, membuat kondisi dan situasi masih dinamis.
Anggota komisi IV DPRD Samarinda Maswedi mengatakan, jika penurunan level PPKM tersebut adalah sebuah kebahagiaan, di sisi lain juga tetap perlu kewaspadaan. Di khawatirkan di kemudian hari, akibat kurangnya rasa kesadaran, virus ini meledak kembali dan memunculkan cluster baru.
“Ya walaupun telah turun di Level II, kita tetao waspada, jangan terlena lah intinya,” ucapnya.
Selain itu, Komisi IV juga meminta hasil-hasil perkembangan yang telah di capai oleh Dinkes.
“Kita juga meminta keterangan kepada OPD terkait, tentang penyebaran dan perkembangan covid serta hasil-hasil yang sudah di capai,” lanjutnya.
Politisi Nasdem tersebut mengatakan jika upaya-upaya pencegahan dan pengendalian harus terus di maksimalkan, sampai wabah Virus Covid-19 ini hilang.
“Upaya-upaya dan pengendalian terus di laksanakan, supaya benar-benar terbebas dari covid-19,” jelasnya.
Di sisi lain, maswedi yang membahas tentang masalah pemutusan PBJS.
Maswedi pun merespon hal tersebut. Ucapnya saat di wawancarai, pemutusan tersebut pada dasarnya semata-mata karena tidak di gunakan dalam jangka waktu yang telah di tentukan.
Selain dari itu, tidak terdaptar dalam sistem yang valid, membuat akses data yang tidak terdaftar pula.
“Sebenarnya pemutusan ini bagi mereka yang tidak terdaftar di sistem, tapi ini bisa daftar ulang, agar terdaftar,” lanjutnya.
Ia pun mengatakan, jika selama enam bulan setelah pendaftaran tidak di gunakan, maka ada kemungkinan untuk terputusnya data yang ada .
“Kalau memang selama 6 bulan setelah pendaftaran itu, masyarakat juga tidak memakai, jelas itu pasti akan di putus,” ujarnya.
Hal ini bukan tanpa alasan, pasalnya banyak masyarakat yang berada di luar Kota Samarinda, namun juga banyak masyarakat luar Kota Samarinda yang masuk ke dalam.
“Karena juga banyak yang di luar kota samarinda, banyak juga masyarakat kita yang di luar Kota Samarinda,” katanya.
Penuh harapan yang di berikan oleh Maswedi terhadap masyarakat dan instansi terkait.
“Ya harapan kita masyarakat segera lakukan daftar ulang, jangan nunggu sakit baru daftar. Terus untuk ke Dinsos, kita berharap, sosialisasi secara massif agar semua masyarakat tau secara baik dan benar.” pungkasnya.
Penulis : abi/zul.






















Users Today : 5
Users Yesterday : 4
Total Users : 31956
Total views : 123104
Who's Online : 1