INFOBENUA, SAMARINDA – Dugaan kehati-hatian Pemprov Kaltim dalam menggunakan anggaran Covid-19.
Disampaikan Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK, bahwa anggaran COVID-19 sebesar Rp 500 miliar, dan penyerapannya kurang dari 56 persen.
“Disebabkan sedikitnya anggaran yang digunakan Pemprov, dewan merekomendasikan agar dana tersebut dikembalikan ke pos penempatan anggaran sebelumnya, “ujarnya (5/21).
Legislatif dari Fraksi Golkar ini, juga menjelaskan bahwa mungkin Pemprov sangat berhati- hati dalam melakukan pembiayaan. Tentu menjadi pertanyaan, apa saja yang belum dilakukan. Hingga dana yang belum terpakai masih sangat banyak.
“Sisa anggaran Covid-19 tahun 2020 yang belum terpakai tersebut, dapat juga dimanfaatkan untuk pembangunan Kaltim sesuai peruntukannya,” Ucapnya
“Sebelum dilakukannya refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19. Untuk iitu perlu sinergitas dan sinkronisasi antara Pemerintah Pusat, provinsi dan termasuk Pemerintah Kabupaten/kota, “sambungnya
Kemudian ia menyarankan agar untuk program yang sudah ada dipertahankan. Misalnya kalau dana itu awal peruntukannya pada infrastruktur, kembalikan saja. Bayangkan saja bagaimana kalau kita ingin memperbaiki dengan mulus dari Utara hingga selatan, anggaran Rp 1 triliun saja tidak cukup.
“Karena kehati-hatian saja, Pemprov kurang memaksimalkannya. Padahal Pemerintah Pusat, provinsi harus sinkronisasi dengan kabupaten/kota,” tutupnya. (*dc)






















Users Today : 1
Users Yesterday : 2
Total Users : 31968
Total views : 124353
Who's Online : 1