INFO BENUA. Id -SAMARINDA- Sekretaris Komisi III DPRD Kaltim Haji Baba, sampaikan tak pernah mengetahui soal pembangunan Rumah Sakit Kopri di Kompleks Olahraga Sempaja Samarinda.
Proyek pembangunan yang telah menelan biaya sebanyak 46 Miliar tersebut, di sinyalir sebagai proyek ghoib.
Hal ini di jelaskan oleh Haji Baba, selaku Sekretaris Komisi III DPRD Kaltim saat di konfirmasi oleh awak media.
Proyek besar yang telah menelan biaya banyak ini, serta telah dalam proses pembangunan tersebut, tidak pernah di ketahui oleh Komisi III DPRD Kaltim.
Seperti di ketahui, hal ini menjadi pertanyaan besar dan menimbulkan kecurigaan publik terhadap proyek tersebut. Dari mempertanyakan kelayakan, hingga ke pembebasan lahan menjadi perbincangan hangat di dunia maya. Bahkan ada yang mengatakan, itu hanya buang-buang biaya saja.
Bahkan dari info yang beredar, adanya negosiasi antara Pemprov dengan DPRD Kaltim terkait pembangunan RS Korpri.
Sehingga dalam waktu dekat, rencananya tanggal 14 September, Komisi III akan melakukan pemanggilan terhadap Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat(PUPR), untuk mempertanyakan perihal proyek yang menelan biaya besar tersebut.
Komisi III akan mempertanyakan awal mula proyek tersebut, kenapa bisa di bangun tanpa sepengetahuan Komisi III ataupun Pimpinan DPRD.
“Kalau itu ada informasi, maka akan kami lihat. Kalau lihat di penjelasan itu, terkait proyek RS ini bisa jadi program hantu. Makanya kami mau lihat, saya enggak hapal isinya,” ujarnya.
Menurut Komisi III DPRD Kaltim yang dalam hal ini di wakili Haji Baba, selaku bagian yang mengurusi perihal infrastruktur pun tidak tahu adanya proyek tersebut masuk ke dalam anggaran murni atau perubahan tahun 2021.
“Belum ada kami bahas kayaknya di murni,” ucap Haji Baba usai rapat Banggar dengan TAPD Pemprov Kaltim, Selasa (7/9/2021) kemarin.
Kemudian, Haji baba pun menyampaikan jika proyek tersebut tidak pernah terdengar sampai ke telinganya.
“Segala sesuatu, entah proyek pembangunan atau yg lain, pasti akan masuk ke dalam banggar. Cuman proyek ini belum pernah kita dengar sama sekali” ungkap Haji Baba.
Di sisi lain, Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi (Sekdaprov) Kaltim Muhammad Sa’bani membenarkan akan membangun RS tersebut.
Hal ini bukan tanpa alasan, kawasan kumuh serta berkapasitas terbatas yang berada di Kusuma Bangsa. Bahkan jika melirik kondisi saat ini, struktur dan model RS tersebut di bilang cukup prihatin untuk menampung pasien.
“Rumah Sakit Korpri di Kusuma Bangsa, karena enggak mungkin di sana dibangun. Dipindah, termasuk RS mata,” jelasnya usai hadiri rapat dengan Banggar DPRD Kaltim kemarin.
Ia pun kembali membenarkan jika pembangunan RS tersebut telah dilakukan pembangunan di kawasan Kompleks Olahraga Sempaja.
“RS Korpri di Kompleks Stadion Sempaja, di sana kan tidak ada pelayanan kesehatan,” terangnya
Selain menjadi lokasi olahraga, kawasan tersebut merupakan daerah langganan banjir. Salah satu warganet yang mengkritisi proyek ini, mempertanyakan terkait alasan di bangunnya rumah sakit di kawasan rajin banjir.
Sa’bani pun menjamin bahwa pembangunan tersebut tidak akan mengganggu kawasan ruang hijau. Karena hal itu telah dj diskusikan pada 2020 silam dan masuk dalam anggaran murni 2021.
Penulis : Abi/zul






















Users Today : 3
Users Yesterday : 1
Total Users : 32082
Total views : 129269
Who's Online : 1