Laila Fatihah Komisi 11,Harapkan Calon Perusda Terpilih Mampu Dongkrak PAD
Reporter : kka| Editor : Ru
SAMARINDA – Info Benua.Seleksi calon anggota Direksi Perusahaan Daerah (Perusda) Pergudangan dan Aneka Usaha (PDPAU) terus bergulir. 11 nama lolos seleksi administrasi yang digelar Pemkot Samarinda beberapa waktu lalu.
Hal tersebut, ditanggapi oleh anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda Laila Fatihah. Meski dalam perjalanan proses seleksi Direksi Perusda di Samarinda DPRD tidak pernah terlibat langsung, namun dirinya berharap para calon pimpinan Direksi maupun anggota Direksi mampu menjalankan tanggungjawab dengan baik.
“Secara mendasar tentunya kita ingin siapapun yang menjabat Direksi Perusda mampu menjalankan Perusda sesuai visi dan misinya dan tidak membebani APBD Kota Samarinda,” tuturnya, Selasa (29/6/2021).
Sekretaris Partai Kebangkitan Pembangunan DPRD Samarinda ini menilai jika dalam proses seleksi Direksi Perusda Pemkot Samarinda melibatkan lembaga DPRD maka menurutnya netralitas calon anggota dapat diukur sejak awal.
“Sebenarnya bagus sekali kalau kita memang dilibatkan dalam proses seleksi Direksi. Tentunya netralitasnya bisa kita lihat lagi, baik dari sisi kemampuan dan lain hal. Visi misi calon ini kedepannya mau membuat apa dan menghasilkan apa itu yang perlu kita dengar,” ujarnya.
Catatan penting disampaikan Laila, hingga saat ini Komisi II DPRD Samarinda terus berkoordinasi dengan Wali Kota Samarinda, Andi Harun untuk mengevaluasi perusahaan daerah.
“Beberapa perusda kita belum memberikan sumbangsih yang besar untuk PAD Kota Samarinda. Kita melakukan diskusi dengan pak wali kota untuk mengevaluasi beberapa Perusda baik Direksi atau pimpinan Perusda ataupun kinerja keseluruhan,” ungkapnya.
Menurut informasi informasi, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda dari berbagai sektor tidak mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Capaian ini pula yang menjadi motivasi DPRD bersama Pemkot Samarinda untuk terus berbenah dengan meningkatkan target PAD melalui berbagai sumber pendapatan salahsatunya perusahaan daerah.
“Harus ada target capaian pendapatan untuk mendongkrak PAD Samarinda yang mentok beberapa tahun terakhir di angka Rp 500 miliar,” pungkasnya. (Adv)






















Users Today : 2
Users Yesterday : 3
Total Users : 31894
Total views : 121206
Who's Online : 1