INFOBENUA- SAMARINDA, Vaksinasi covid 19 terhadap warga mendapat antusiasme besar seluruh warga Samarinda. Bahkan banyak yang dulu anti vaksin karena termakan hoax keburukan dampak vaksin kini malah merengek minta divaksin. Hasil vaksin pun menimbulkan dampak positif yang menggembirakan.banyak bukti dengan kian hari level PPKM kian merosot tajam, warga sudah mulai pulih kembali dari kehidupan mencekam, termasuk sudah berani berkumpul tanpa khawatir tersengat covid 19, fasilitas hiburan dan restoran hingga rekreasi termasuk pusat keramaian seperti mall, rumah ibadah dan cafe cafe perlahan mulai kembali hiruk pikuk, semoga ekonomi juga cepat pulih. Semua ini karena prosentase warga di vaksin sudah lebih dominan ketimbang yang belum di vaksin.
Hanya saja venomena itu terjadi bagi warga umum. Sedangkan pelaksanaan vaksin khusus bagi pelajar dinilai masih lemah dan sedikit terabaikan. Angka dinas pendidikan menunjukkan, pelajar diberbagai tingkatan boleh disebut kini belum terjamah vaksin dengan tuntas. Vaksinasi terlena fokus ke orang dewasa dan umum.
Kondisi inilah yang kemudian disoroti para wakil rakyat di DPRD kota Samarinda. para wakil rakyat menilai Vaksinasi Pelajar Masih Minim. Hal itu misalnya di ungkap salah satu wakil rakyat Samarinda, Sani. Dia berteriak meminta Dinkes Gelar Vaksinasi bagi Pelajar dengan benar dan fokus.
Sani mengurai, Dalam Pertemuan Tatap Muka (PTM) sudah digelar, namun Vaksinasi bagi Pelajar masih minim. Halnya buat Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, angkat bicara.
Menurut Sani, maraknya Sekolah yang telah melakukan Pertemuan Tatap Muka di berbagai lembaga pendidikan, membuat Sani bin Husein Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda ini khawatir, pasalnya Vaksinasi bagi pelajar dianggap masih sangat kurang dan seolah terlupakan.
dia sepakat diberlakukannya pertemuan tatap muka mulai dari TK, SD, dan SMP, namun ia meminta kepada Wali Kota Samarinda, Andi Harun beserta Dinas Kesehatan agar dapat menggelar vaksinasi bagi pelajar di tiap-tiap sekolah.
“kita tentu sangat mendukung program Walikota yang membuat slogan Sekolah tangguh covid 19, slogan itu harus dibarengi tindakan nyata dengan memvaksinasi pelajar secara total tanpa mengabaikannya. Halnya dengan soal protokol kesehatan aplikasinya juga harus sesuai slogan yakni lebih digencarkan,” ujarnya saat Sani saat berbincang di Gedung DPRD Samarinda, baru baru ini.
Sani lebih jauh menyatakan, Mayoritas dari setiap Orang Tua Murid meminta agar anaknya dapat bersekolah seperti biasanya, tetapi protokol kesehatannya harus menjadi prioritas, Khususnya Vaksinasi bagi pelajar. “Harus dipastikan, sekolah yang mendapatkan rekomendasi digelarnya PTM harus murid dan gurunya sudah menerima vaksin,” jelasnya lagi
Seperti yang berlangsung saat ini, jangka waktu Pertemuan Tatap Muka para pelajar saat ini masih dengan pengetatan regulasi yang hati hati. Para orang tua berharap kebijakan itu menggencarkan vaksinasi sebagai upaya pencegahan klaster baru,
Sani pun meminta kepada Dinas Kesehatan dan sekolah agar dapat mengawasi siswa mulai ia masuk sekolah hingga pulang. Tetapi dia juga menghimbau para wali siswa atau murid agar terlibat langsung dalam pengawasan dan tidak semata membebankan kepada pemerintah soal kesehatan dan keselamatan anak anak mereka di sekolah. “Orang tua siswa juga harus terlibat dalam menjaga anak, agar tidak terpapar Covid-19, dan pastikan anak itu sehat,” tuturnya.
Anggota DPRD yang senang di sapa Sani ini pun meminta Dinas Pendidikan agar berperan aktif mengawasi siswa serta secara berkala melakukan evaluasi, mulai dari sarana dan prasarana prokes di lingkungan sekolah, agar tercipta ketenangan orang tua dan pelajar dalam menuntut pendidikan di sekolah.
Politikus PKS ini berharap fasilitas Kesehatan sekolah disiapkan dengan lengkap agar jika tiba tiba terjadi kasus pelajar terinveksi covid-19, tim kesehatan tidak lagi kelabakan menanganinya.
Penulis*Anisa























Users Today : 1
Users Yesterday : 2
Total Users : 32085
Total views : 129768
Who's Online : 1