INFOBENUA.ID.SAMARINDA, Beberapa pekan belakangan ini jaringan telekomunikasi di Samarinda “cekat-cekot” menyebalkan.
Kadang asiik berbincang via handphone, tiba tiba komunikasi hilang karena Buruknya jaringan signal. Kondisi ini mengganggu bahkan merugikan pihak tertentu, terutama para pelaku Ekonomi dan dunia usaha, bisnis termasuk perkantoran.
Kondisi ini ternyata juga mengusik pikiran dan ketenangan para wakil rakyat di DPRD Samarinda. Lemotnya jaringan telekomunikasi beberapa pekan terakhir membuat lembaga wakil rakyat itu akan memanggil pimpinan telekomunikasi berbagai perusahaan jasa komunikasi, untuk dimintai keterangan akan hal jaringan yang lemot.
Pemanggilan yang akan dilakukan DPRD Samarinda menyusul munculnya komplain dan keluhan masyarakat yang sampai ke meja Komisi IV yang membidangi soal telekomunikasi.
Keluhan masyarakat yang paling banyak menyeruak adalah soal jaringan Wifi yang sangat lemot dan kerap mengalami gangguan, bahkan tak saja warga biasa yang mengeluh akan hal itu, tetapi juga dikeluhkan oleh Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, yang membidangi soal halo halo ini.
Ahmat Sopian Noor, anggota komisi IV misalnya mengeluhkan, bahwa selama kurun waktu 2 pekan terakhir ini jaringan internet Wifi di kediamannya kerap mengalami gangguan.
Menurutnya pihak Telkom perlu memberikan keterangan akan hal ini, baik secara tertulis maupun lisan. Pasalnya, menurut Ahmat Sopian, gangguan telekomunikasi ini masih berlangsung hingga detik ini dan belum ada penjelasan solusi dari pihak terkait. “Kita butuh penjelasan dan penyelesaian dari Telkom agar tidak menimbulkan pertanyaan dari masyarakat,”ujar Ahmat Sopian.
Rahmat juga mengatakan, seharusnya pelayanan Telkomsel ditingkatkan, karena berpengaruh sekali dengan aktifitas ekonomi masyarakat, bukan justru malah jaringan jadi lemot,” jelas Ahmat saat berdiskusi dengan wartawan diruang kerjanya, Jumat 29/10/2021 lalu
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda ini juga menyarankan agar Telkom memberikan penjelasan kepada masyarakat apabila dalam koneksi internet mengalami gangguan. Jika perlu Telkom juga menanggung konsekwen dengan memberikan kompensasi bagi masyarakat yang dirugikan. “Kalau jaringan lagi gangguan mereka diam saja, sedangkan kalau kita telat bayar sudah pasti diputus layanannya,” sindir Rahmat mengenang tabiat manejemen Telkomsel yang doyan “ngeyel” kepada pelanggan.
Rahmat menuding Telkom tidak berlaku adil kepada pelanggannya. Saat ini ia menilai pelanggan selalu patuh dengan kebijakan yang diberikan oleh Telkom, meskipun perusahaan pelayanan internet tersebut tidak memberikan pelayanan yang baik kepada warganya. “Masyarakat aja patuh kalau disuruh bayar rutin dan tepat waktu, seharusnya pelayanan Telkom juga harus meningkat song kepada masyarakat biar terjadi keadilan antara pelanggan dan penyedia jasa,” paparnya.
Politikus asal Golkar tersebut meminta Telkom dan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Samarinda bergerak aktif merespon keluhan masyarakat khususnya para pengguna wifi. Telkom sebagai perusahan penyedia jaringan memberikan solusi terkait problem ini.
“Kami tentu menginginkan berlaku keseimbangan antara kewajiban dan hak, apabila kewajiban pelanggan sudah ditunaikan maka hak pelanggan untuk mendapatkan servis jaringan telekomunikasi juga harus berkualitas ” demikian Rahmat Sopian menguraikan.
Penulis**Anisa























Users Today : 1
Users Yesterday : 2
Total Users : 32085
Total views : 129679
Who's Online : 1