
Infobenu.id, Samarinda – Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Anhar, menyayangkan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Korpri Kaltim di Jalan Wahid Hasyim, Sempaja Selatan.
Bukan rumah sakitnya yang ditentang, melainkan pemilihan lokasi yang dianggap menyalahi tata ruang. Sebab sangat beresiko memberikan kontribusi banjir di Kota Samarinda. Daerah yang merupakan serapan berpotensi berubah fungsi menjadi ladang banjir.
“Saya dari dulu menentang masalah lokasi dan posisinya. Kita jangan hanya melihat satu aspek kebutuhan. Ya kita memang apresiasi, tapi juga jangan sampai menimbulkan masalah-masalah lain, ” ungkap Anhar saat ditemui di gedung DPRD Samarinda, Kamis (2/3/2022).
Tak hanya itu saja, proyek rumah sakit yang menelan anggaran senilai Rp46,68 miliar tersebut dinilai kontradiktif dengan kegigihan Walikota Samarinda dalam mengatasi persoalan banjir di Samarinda.
“Iyu juga berdampak pada kegigihan walikota dalam mengatasi banjir di samarinda. Daerah yang menjadi serapan air berubah fungsi tempat bangunan, ” katanya.
Lebih lanjut Anhar menjelaskan, sebelumnya pihaknya telah menawarkan beberapa opsi pemilihan lokasi pembangunan RSUD Korpri tersebut seperti, daerah stadion palaran agar dapat mencover daerah pinggir Kota Samarinda antara lain Kecamatan Palaran, Loajanan, dan Samarinda Seberang dalam pelayanan kesehatan.
“Waktu itu kita memberikan ide, alangkah baiknya itu dibangun di daerah stadion palaran. Toh ada tanah pemprov juga. Singgah bisa mencover daerah pinggir kota samarinda seperti, kecamatan palaran, loajanan dan samarinda seberang, ” imbuhnya.
Akan tetapi, gagasan tersebut tidak diindahkan oleh pihak provinsi, sehingga itu pihaknya menilai keputusan pemprov memilih lokasi di daerah Sempaja Selatan tersebut tidak memperhatikan aspek lain yang tak kalah penting.
“Nah ide-ide seperti itu kan, pemprov tidak mau tau, ” tutupnya.
Penulis : syaef
Editor : Redaktur






















Users Today : 1
Users Yesterday : 2
Total Users : 31882
Total views : 118741
Who's Online : 1