Samarinda, Infobenua — Femomena kenaikan harga bahan pokok pada setiap awal masuknya bulan Ramadan bukanlah hal yang baru. Terlebih, kondisi serupa juga akan terasa menjelang lebaran Idulfitri, karenanya terkesan telah menjadi rutin yang pasti dialami setiap tahun.
Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi menanggapi hal itu dengan mengatakan, bahwa dengan maraknya kejadian ini, sebenarnya dari DPRD telah meminta kepada instansi terkait untuk menyikapinya. Dengan mengambil langkah-langkah tegas agar kejadian naiknya harga bahan pokok yang terus terulang ini dapat teratasi dan terselesaikan dengan baik.
Dia menyadari, berbagai komoditas yang diperjual-belikan di Kaltim ini merupakan hasil impor dari daerah lain. Padahal, petani yang bercocok tanam disini tidak kalah bersaing dengan hasil dari luar daerah. Sebab itu, menurutnya, petani di Kaltim sebenarnya perlu di dukung kebutuhannya.
“Petani perlu di support sarana dan prasaranya. Jujur, barang dagangan disini masih banyak yang didatangkan dari luar daerah,” kata Reza.
Apabila kelak telah ditunjang sarana dan prasarananya, masyarakat pun seyogianya perlu menyadari untuk dapat membeli bahan pokok dari dalam daerah.
Komisi II juga lakukan kerjasama dan meminta kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi UMKM Kaltin untuk mengadakan pasar murah. “Kami juga minta jangan sampai tengkulak bisa memainkan harga di pasaran,” tandasnya. *
— Reporter: Kka
— Editor: Asa























Users Today : 2
Users Yesterday : 1
Total Users : 31845
Total views : 118443
Who's Online : 1