INFOBENUA .id- SAMARINDA – Komisi II DPRD Kaltim melakukan kunjungan kerja di UPTD BBI Tanaman Pangan dan Holtikultural, Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim yang bertempat di Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara, Kamis (12/8) lalu.
Selain melakukan kunjungan DPRD Kaltim juga sekaligus melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk membahas program dalam mewujudkan ketahanan pangan di Kaltim.
Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Sutomo Jabir mengungkapkan sebagaimana yang terlihat bahwa pertanian di Kaltim masih belum dikelola secara maksimal dan cenderung jauh dari yang diharapkan. Karena kebutuhan pangan utama seperti padi, beras, jagung, cabai, sayur-mayur dan hasil pertanian lainnya, belum dapat terpenuhi secara utuh.
Bahkan selama ini masih menyuplai dari daerah lain seperti pulau Jawa dan Sulawesi. Tentunya, ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintahan di Kaltim, tak terkecuali DPRD Kaltim. Pasalnya, potensi lahan di Kaltim cukup menjanjikan bagi pengembangan sektor pertanian dalam mendukung ketahanan pangan yang dibutuhkan.
“Saya kira Pemprov bisa segera melakukan pemetaan terhadap potensi pertanian di seluruh wilayah kaltim, untuk mengetahui potensi dan kemampuan daerah dalam mewujudkan ketahanan pangan,” kata Jabir sapaannya, Sabtu (14/8).
Selain melihat potensi, juga diperlukan koordinasi dan sinergitas dalam pelaksanaan program, antara tingkat provinsi dan kabupaten/kota dengan berbasis data yang akurat. “Termasuk data potensi lahan yang dimiliki Kaltim, data petani aktif, data bantuan pemerintah, dan data hasil produksi pertahun,” ujarnya.
Tidak kalah pentingnya lanjut Jabir, yakni mencari solusi dari adanya kelangkaan pupuk dan memastikan pupuk subsidi dinikmati petani yang betul-betul tidak mampu. Sejatinya, kelangkaan pupuk subsidi harus dikomunikasikan dengan pemerintah pusat. “Ironis memang, pabrik pupuk ada di dekat kita, yaitu PT. Pupuk Kaltim, tapi kelangkaan pupuk masih sering terjadi,” terang dia.
Politisi PKB asal daerah pemilihan (Dapil) VI meliputi Bontang-Kutai Timur-Berau ini berharap agar UPTD yang bertempat di Desa Batuah ini dapat bisa menjadi miniatur pertanian di Kaltim. “Artinya, semua jenis tanaman yang potensi di Kaltim dibudidayakan disini, supaya bisa menjadi percontohan dalam konteks pertanian,” tukasnya.
Kepala Dinas PTPH Kaltim Siti Farisyah menyampaikan akan melakukan inovasi dalam memajukan pertanian Kaltim, salah satunya menjadikan UPTD Batuah sebagai sentra pertanian berbagai jenis tanaman pangan dan hortikultura. “Misalnya, penyediaan bibit unggul, pola bertani yang baik, dan bagaimana membuat pupuk secara organik untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia,” terangnya.






















Users Today : 4
Users Yesterday : 1
Total Users : 32091
Total views : 130113
Who's Online : 1