Samarinda, Infobenua — Menanggapi terkait rencana pembangunan jalan tol Samarinda-Bontang, yang diperkirakan mulai dibangun pada 2022 dan selesai 2024, Anggota Komisi III DPRD Kaltim Ekti Immanuel, mengungkapkan jika pihaknya mendorong agar rencana tersebut dibebankan pada Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN).
Diketahui, jalan Tol Samarinda–Bontang ini akan menjadi bagian dari rencana pembangunan jalan tol di Kaltim sepanjang 323 km. Meliputi ruas jalan Balikpapan–Samarinda–Bontang, Sangatta–Maloy.
“Saya kira kalau anggarannya dari APBN menurut saya pas-pas aja. Kemarin kan tentu kita sudah bersyukur adanya Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam, Red.) itu,” kata Ekti Immanuel.
Berkaca dari pembangunan tol Balsam, legislator dari Fraksi Gerindra tersebut tidak ingin biaya pembangunan tol Samarinda-Bontang nantinya dibebankan pada APBD Kaltim kembali.
“Tapi yang saya liat masih kurang tepat juga. Pertama tarif tol Balsam sekarang mahal, tapi anggaran pembangunannya kemarin kan 60 sampai 70 persen dari APBD Kaltim,” ungkap Ekti saat berbincang dengan media ini melalui sambungan telpon, Minggu (25/10/2020).
Dari hal itu, sebagai salah satu daerah sumber penghasil, menurut Ekti provinsi Kaltim saat ini seperti kurang mendapat perhatian oleh pemerintah pusat karena tarif tol Balsam masih tergolong mahal. Padahal sudah menggunakan APBD Kaltim.
“Enggak tepat lah artinya Kaltim seperti dianaktirikan pusat. Maksud saya pusat juga melihat Kaltim ini sebagai daerah sumber penghasil tertinggi. Tetapi tidak berimbang pembangunan yang mereka bagikan. Maksud kita kan dalam pembangunan tol ini APBD Kaltim kan besar betul. Tetapi setelah berjalan tarif tol dibikin mahal. Tentu kan tidak berkeadilan bagi masyarakat kaltim,” tegasnya.
Ia menyimpulkan selaku anggota Komisi III DPRD Kaltim, sepakat saja atas rencana pembangunan tol Samarinda-Bontang melihat peluang yang terbangun antara kedua kota tersebut. Tetapi hingga saat ini rencana tersebut belum dibahas lebih lanjut oleh Komisi III DPRD Kaltim.
“Kita intinya setuju pembangunan Tol Samarinda-Bontang. Karena itu akan membuka peluang bisnis yang sangat baik antara kota Bontang dan Samarinda. Tetapi anggarannya dari mana dulu, kajiannya juga belum ada masuk ke kita dari Dinas PUPR Kaltim ke Komisi 3 yang membidangi pembangunan infrastruktur juga belum dibahas,” pungkasnya. #
– reporter: Hr
– editor: Ades






















Users Today : 1
Users Yesterday : 1
Total Users : 32087
Total views : 130000
Who's Online : 1