Tarakan, Info Benua — Bersama beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara), Gubernur Dr H IriantoLambrie melakukan pertemuan dengan jajaran direksi dan manajemen PT Karya Mineral Jaya (KMJ), perusahaan yang berencana membangun industri methanol di Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan.
Menindaklanjuti pertemuan-pertemuan sebelumnya, pertemuan yang dilangsungkan di salah satu ruang rapat di Swiss Belhotel Tarakan, Senin lalu, lebih pada ke hal teknis. Yaitu berkaitan dengan kesiapan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan kilang methanol.
Pihak PT KMJ, seperti disampaikan oleh Direktur Utamanya, Rachmad Hardadi, memerlukan lahan sekitar 55 hektare. Selain untuk kilang methanol, lahan tersebut nantinya sekalian untuk lokasi industri turunannya. Untuk diketahui, methanol merupakan bahan utama untuk berbagai produk sintetik, pupuk, bahan plastik hingga tekstil sintetis dan lainnya. “Kenapa kita memerlukan lahan yang cukup luas. Karena selain untuk kilang, kita juga telah merencanakan untuk membangun industri turunannya. Jadi nanti berada di satu lokasi,” kata Rachmad. Mengenai posisi lahan, mantan direksi Pertamina itu menyebutkan, pihaknya telah menentukan titik lokasi yang strategis. Untuk selanjutnya menunggu persetujuan dari pemerintah daerah.
Berkaitan dengan lahan, Gubernur minta melalui Biro Pemerintahan, Dinas Kehutanan, DPMPTSP dan OPD terkaitnya, untuk segera melakukan koordinasi. Baik dengan pihak terkait di Pemkab Bulungan maupun dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN). “Sebelum dilakukan pembebasan, status lahan harus dipastikan,” tegasnya.
Bersamaan dengan itu, gubernur juga meminta kepada pihak perusahaan untuk segera melengkapi syarat-syarat perizinan yang diperlukan. “Soal perizinan nanti bisa dikoordinasikan dan dikomunikasikan dengan DPMPTSP. Mengenai syarat-syaratnya apa, prosedurnya bagaimana silakan dikomunikasikan. Apalagi sekerang sudah pakai sistem OSS. Yang pada prinsipnya, kita dari Pemerintah Daerah sangat mendukung, dan siap memfasilitasi,” kata Irianto lagi.
Rencana PT KMJ untuk membangun kilang methanol sudah disampaikan sejak beberapa bulan lalu. Irianto mengatakan, untuk merealisasikan rencana pembangunan kilang ini, pihak perusahaan bakal mengeluarkan total biaya investasi sekitar USD 679 juta atau Rp 9 triliun lebih.
Dengan investasi sebesar itu, PT KMJ menaksir feedstock yang diperoleh dalam jangka waktu 4 hingga 5 tahun sebesar 90 MMSCFD natural gas dari Wilayah Kerja (WK) Nunukan. Untuk suplai gas sebagai bahan baku methanol, berasal dari blok Badik dan West Badik, dan beberaap wilah kerja lainnya. Dengan target aliran gas sekitar kuartal ke-3 2023 (commisiong pada kuartal ke-4 2023). “Produksinya ditargetkan 1 juta ton per tahun atau sekitar 3 ribu ton per hari untuk methanol,” papar Gubernur. (roy/adv).





















Users Today : 1
Users Yesterday : 3
Total Users : 32128
Total views : 131281
Who's Online : 1