Bontang, Info Benua – Dalam rangka memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan instansi terkait, Kamis beberapa waktu lalu Kementerian Agama Kota Bontang melalui Seksi Pendidikan Islam (Pendis) berkunjung ke Dinas Pendidikan (Disdik) Bontang di Gedung Gabungan Dinas (Gadis) Jalan Moh Roem Bontang Lestari.
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Pendis H. Tasnim Muin didampingi Pejabat Pengembang Kapasitas Pendidik dan/atau Santri, Sultani, Pengawas PAI tingkat menengah Hj. Norhidayah, Pengawas Katholik Ignatius Yoseph Sumiran dan perwakilan MGMP PAI SMP, SMA dan SMK.
Ditemui oleh Sekretaris Disdik Bontang Anwar Sanusi bersama Kepala Bidang SMP Saparuddin dan Kasi SMP Usman, rombongan langsung memberitahukan maksud kedatangannya yaitu selain bersilaturrahmi juga menyampaikan beberapa hal yang perlu dikoordinasikan dengan Disdik Bontang.
Hal pertama yang dibahas adalah mengenai penggandaan soal PAI untuk USBN di sekolah umum dan swasta.Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan pembayaran inpassing guru PAI, Kristen, Katholik, Hindu dan Budha Non PNS.Terakhir yang dibahas adalah mengenai kegiatan Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (PENTAS PAI).
Dari keterangan yang diberikan oleh Disdik Bontang disebutkan bahwa untuk masalah penggandaan soal USBN jenjang SMP diserahkan kepada masing-masing sekolah, sedangkan untuk jenjang SMA/SMK untuk tahun ini menjadi tanggung jawab Disdik Provinsi Kaltim. Dikarenakan masih ada sekolah yang menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006, maka dianjurkan kepada tim penyusun soal untuk membuat 2 versi soal.
Masalah inpassing guru pendidikan agama Non PNS yang mengajar di sekolah umum pihak Disdik Bontang akan membantu untuk menyampaikan ke Kemendiknas permasalahan data yang ada pada aplikasi Dapodik dimana nilai linear pengajaran dan jumlah jam mengajar adalah nol sehingga tidak bisa dibayarkan inpassing dan sertifikasinya.
Keterangan tambahan bahwa Disdik Bontang sudah mengusulkan penggandaan soal dan kegiatan PENTAS PAI untuk tahun ini namun dikarenakan defisit anggaran mengakibatkan kegiatan tersebut harus dihilangkan, namun pihak Disdik Bontang sudah memberikan himbauan kepada masing-masing sekolah untuk memasukkan anggaran tersebut di dalam Rencana Kerja Anggara (RKA) Bantuan Operasional Sekolah.
Seksi Pendis sendiri rencananya akan menindaklanjuti hasil koordinasi kemarin ke Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag dan Dinas Pendidikan Prov. Kalimantan Timur untuk mendapatkan hasil yang lebih baik untuk kemajuan dunia pendidikan di Kota Bontang khususnya dan di Indonesia umumnya. (adv).






















Users Today : 6
Users Yesterday : 2
Total Users : 31887
Total views : 119615
Who's Online : 1