INFO BENUA.Id –SAMARINDA- Wakil Ketua Komisi IV DPRD RI Budisatrio Djiwandono, Sebut kesiapan Ibu Kota Negara (IKN) baru, tak hanya di sekitar pembangunan saja. Namun ke seluruh 10 Kabupaten/Kota.
Anggota panitia khusus (Pansus) IKN DPR RI tersebut mengatakan; akan ada beragam persoalan yang perlu di lakukan penyelesaiannya kelak, untuk benar-benar dapat mempersiapkan IKN.
“Saya menghimbau kepada seluruh anggota pansus dan pemerintah, untuk melihat perumusan RUU IKN ini bukan cuman di fokuskan pada pembangunan di 250 ribu hektar. Tapi juga memperhatikan kesiapan 7 Kabupaten dan 3 kota penyangga yang mengelilingi ibu kota itu sendiri,” ucapnya saat melakukan kunjungan perorangan di Kota Samarinda.
Dikatakan anggota DPR RI dapil Kaltim ini, pihaknya akan terus mendorong kemandirian pangan untuk menunjang persiapan IKN di Kaltim. Termasuk mengenai kelestarian alam yang saat ini mulai terabaikan.
‘Kita bicara mengenai persiapan infrastruktur, konektivitas udara, darat dan air itu benar-benar harus di perhatikan. Juga masalah ketahanan pangan, ini yang kami dorong. Mengingat Kaltim masih harus ada perbaikan mengenai kemandirian dalam hal pangan. Termasuk perpindahan atau migrasi penduduk yang diperkirakan lebih dari 1 juta. Ini yang perlu di persiapkan. Sehingga kami mengajak pansus sebagai mitra kerja pemerintah untuk memperhatikan benar-benar soal kelestarian yang ada,” jelasnya.
Politisi muda partai Gerindra tersebut, memberikan beberapa catatan kritis tentang norma-norma lingkungan hidup sudah banyak terdegradasi, sehingga di perlukan penanganan yang lebih tepat untuk mengantisipasi terjadinya masalah baru yang dapat muncul di wilayah IKN.
“Sistem penyangga kehidupan sudah terdegradasi. Hutan banyak di tebang dan gundul, ada alih fungsi lahan karena pertambangan dan perkebunan yang mengartikan bahwa, system penyangga kita dengan fungsinya ini menyerap karbon dan air berkurang,” katanya.
Di sisi lain, ia pun melanjutkan jika bencana seperti banjir ini masih sering terjadi di beberapa daerah di Kaltim. Menurutnya hal tersebut perlu di benahi secara maksimal sebagai upaya memaksimalkan persiapan perpindahan IKN.
“kita sudah sering lihat ya, di kaltim ini banyak banjir seperti di Kabupaten Paser, PPU dan Samarinda. Ini bisa terjadi kalau tidak kita antisipasi dan tidak memperjuangkan untuk merehabilitasi lahan hutan yang tergradasi. Termasuk laut harus kita jaga,” lanjutnya.
Di singgung soal Sumber Daya Manusia(SDM) lokal yang harus di persiapkan jelang IKN, di akui Budisatrio, kesempatan kali ini adalah untuk masyarakat lokal memang belum banyak untuk mendapatkan pendidikan yang lebih, jika di banding dengan provinsi lain di pulai Jawa. Untuk itu, dirinya mendorong Pemerintah Daerah untuk memanfaatkan momen penting ini untuk terus meningkatkan SDM yang unggul di Kaltim ini.
“Masyarakat Kaltim cerdas, tapi memang kesempatan belum banyak, khususnya di bidang pendidikan, itu harus dikuatkan. Saya harap, dengan momen penting ini bisa di manfaatkan menjadi momen kebangkitan Kaltim secara keseluruhan. Maka kita dorong pemerintah untuk dapat sinkronisasi dan koordinasi yang kuat.” Pungkasnya.
Penulis : abi
Editor : ka






















Users Today : 1
Users Yesterday : 2
Total Users : 31882
Total views : 118896
Who's Online : 1